<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ASURANSI TAKAFUL INDONESIA - Asuransi Murni Syariah</title>
	<atom:link href="http://asuransitakaful.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asuransitakaful.net</link>
	<description>Berasuransi Syariah jadi Mudah !</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 08:52:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>7 Alasan Memilih Asuransi Pendidikan Syariah</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/07/7-alasan-memilih-asuransi-pendidikan-syariah/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/07/7-alasan-memilih-asuransi-pendidikan-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 04:32:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[Ilustrasi asuransi syariah cukup detil dan transparan, sehingga memberikan keyakinan dan informasi yang jelas kepada calon nasabah bagaimana dana tersebut dikelola, termasuk semua biaya dan manfaatnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapkan masa depan pendidikan buah hati Anda dengan melakukan  perencanaan dana pendidikan melalui asuransi dana pendidikan syariah. Mengapa asuransi pendidikan syariah ?</p>
<p>Berikut beberapa alasan mengapa kita harus memilih asuransi pendidikan  syariah:</p>
<p>1. Ilustrasi asuransi syariah cukup detil dan  transparan, sehingga memberikan keyakinan dan informasi yang jelas  kepada calon nasabah bagaimana dana tersebut dikelola, termasuk semua  biaya dan manfaat-manfaat yang akan diterimanya.</p>
<p>2. Dana tunai tabungan peserta sudah cukup  besar di tahun pertama karena asuransi syariah hanya mengenakan biaya  pengelolaan yang kecil.</p>
<p>3. Tidak ada biaya-biaya tambahan atau  potongan dana selain yang sudah disebutkan di ilustrasi apapun kondisi  peserta nantinya, misalnya putus kontrak di tahun pertama.</p>
<p>4. Halal.  Asuransi syariah dikelola secara  hati-hati dan pengelolaannya diawasi oleh dewan pengawas syariah. Tidak  ada pengelolaan dalam kegiatan yang mengandung riba, judi, dan  sebagainya.</p>
<p>5. Jika peserta ditakdirkan meninggal dunia,  maka ahli waris (istri/suami dan anak) tidak hanya mendapat uang  pertanggungan, melainkan juga dana tahapan masuk sekolah dan  beasiswa  setiap tahun sejak TK hingga perguruan tinggi.</p>
<p>6. Ada masa Bebas Premi. Peserta tidak perlu  melanjutkan pembayaran premi, namun anak akan tetap menerima beasiswa  selama di perguruan tinggi.</p>
<p>7. Agen asuransi syariah yang amanah dan  profesional akan semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang baik  karena tidak semata-mata bekerja untuk mendapatkan keuntungan materi,  namun juga bernilai ibadah.</p>
<p><em>(www.asuransitakaful.net)</em></p>
<p><strong>&#8212;&#8211; <em>Ingin tahu simulasi Asuransi Pendidikan Takaful ? <a href="http://asuransitakaful.net/ilustrasi/asuransi-dana-pendidikan-fulnadi/">Klik di sini</a><a href="../ilustrasi/takafulink-salam/"> </a>&#8212;&#8212;</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/07/7-alasan-memilih-asuransi-pendidikan-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Indonesia adakan Khitanan Massal untuk 100 Anak Dhuafa</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/07/takaful-indonesia-adakan-khitanan-massal-untuk-100-anak-dhuafa/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/07/takaful-indonesia-adakan-khitanan-massal-untuk-100-anak-dhuafa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 04:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Takaful Indonesia melalui Yayasan Amanah Takaful (YAT) menyelenggarakan Khitanan Massal untuk 100 anak dhuafa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Takaful Indonesia melalui sayap sosialnya, Yayasan Amanah Takaful (YAT) bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Insan Mulia (Lazim) Jakarta menyelenggarakan Khitanan Massal untuk 100 anak dhuafa.</p>
<p>Acara Khitanan diselenggarakan pada hari Ahad, 4 Juli 2010 di Graha Takaful Indonesia, Jakarta. Turut hadir pada acara tersebut Direktur Operasional PT Asuransi Takaful Keluarga, Ronny Achmad Iskandar dan Walikota Jakarta Selatan yang diwakili oleh Drs. H. Syamsuddin Noer, serta Lurah Tegal Parang dan Lurah Pela Mampang. Berkesempatan memberikan taushiyah pada acara tersebut DR. Amiri Faishol Fath, MA.</p>
<p>Menurut Ronny, kegitan Khitanan Massal ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian sosial Takaful Indonesia terhadap anak-anak yang kurang mampu (dhu&#8217;afa), terutama yang berada di wilayah sekitar kantor Graha Takaful.</p>
<p>“Kegiatan khitanan massal yang memanfaatkan momen liburan sekolah di tahun ajaran baru ini kami jadikan sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat di lingkungan kantor Takaful”, kata Ronny. Tidak hanya itu, lewat bingkisan berupa perlengkapan tas dan alat tulis sekolah yang diberikan, diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat belajar bagi anak-anak tersebut dalam menghadapi tahun ajaran baru.</p>
<p>Selain khitanan massal, diadakan pula pengobatan gratis yang juga ditujukan bagi masyarakat sekitar. Dengan melibatkan beberapa orang tenaga medis yang cukup profesional, kegiatan berjalan baik dan lancar.</p>
<p>Kegiatan Khitanan Massal dan pengobatan gratis merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan CSR perusahaan. Kegiatan ini tidak hanya biasa dilakukan di kantor pusat Takaful Indonesi di Jakarta, tetapi juga hampir di seluruh cabang Takaful yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui YAT, Takaful Indonesia juga secara rutin menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial lain seperti pemberian beasiswa terbina, Klinik Kesehatan Cuma-cuma (K2C) dua kali seminggu di beberapa wilayah di Jakarta Selatan, donor darah yang diadakan setiap tiga bulan, serta kegiatan sosial lainnya yang terkait dengan bencana alam nasional.</p>
<p>”Ini merupakan wujud eksistensi Takaful sebagai lembaga keuangan syariah, yang tidak hanya mementingkan unsur bisnis semata, tetapi juga turut berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan”, kata Ronny.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/07/takaful-indonesia-adakan-khitanan-massal-untuk-100-anak-dhuafa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Raih &#8220;Best Life Insurance Company 2010&#8243;</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/07/takaful-raih-best-life-insurance-company-2010/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/07/takaful-raih-best-life-insurance-company-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 07:51:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi terbaik 2010]]></category>
		<category><![CDATA[best life insurance 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Takaful mengokohkan posisinya dalam kancah asuransi di Indonesia sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia dengan diberikannya penghargaan "Best Life Insurance Company" (Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik) 2010.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PT. Asuransi Takaful Keluarga (ATK) mengokohkan posisinya dalam kancah asuransi di Indonesia sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia dengan diberikannya penghargaan &#8220;Best Life Insurance Company&#8221; (Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik) oleh majalah Media Asuransi. Penghargaan ini menambah deretan prestasi yang telah diraih Takaful di tahun-tahun sebelumnya. Penghargaan diserahkan di Jakarta pada bulan Juni 2010.</p>
<p>Dalam jajaran perusahaan dengan kategori modal sendiri (Equity) Rp 100 Milyar &#8211; 250 Milyar, Takaful berada dalam kelompok perusahaan asuransi jiwa terbaik bersama PT. Asuransi Jiwa Sequis Financial dan PT. BNI Life Insurance.</p>
<p>Uniknya, pemeringkatan yang dilakukan oleh LRMA (Lembaga Riset Media Asuransi) ini dilakukan tanpa memandang apakah perusahaan asuransi tersebut adalah asuransi konvensional atau asuransi syari&#8217;ah. Keberhasilan Takaful sebagai satu-satunya perusahaan asuransi syariah yang mendapat penghargaan terbaik, membuktikan bahwa sistem murni syari&#8217;ah Takaful yang dikelola dengan baik dan profesional, mampu bersaing dengan perusahaan asuransi konvensional dalam hal pengelolaan keuangan.</p>
<p><a href="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2010/07/Takaful-Best-Life-Insurance-2010-watermark-half.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-693" title="Takaful - Best Life Insurance 2010 - Asuransi Jiwa Terbaik 2010" src="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2010/07/Takaful-Best-Life-Insurance-2010-watermark-half.jpg" alt="Asuransi Jiwa Terbaik 2010" width="202" height="288" /></a></p>
<p>Pemeringkatan yang didasarkan pada laporan keuangan tahun 2009 ini, memperlihatkan pertumbuhan aset Takaful menjadi Rp 703,033 Milyar atau naik hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sementara investasi perusahaan meningkat menjadi Rp 437,115 Milyar atau satu setengah kali dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Sebagai pelopor asuransi syari&#8217;ah, Takaful berkomitmen untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. ﻿ (fin)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/07/takaful-raih-best-life-insurance-company-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takafulink Salam Terbit</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/05/takafulink-salam-terbit/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/05/takafulink-salam-terbit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 02:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=671</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi Takaful meluncurkan produk Takafulink Salam. Keamanan dana investasi dikawal oleh regulasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.  Kemurnian syariahnya dijaga oleh Dewan Pengawas Syari'ah (DPS).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK)</strong> melakukan inovasi pengembangan produk unitlink bernama Takafulink Salam. Meskipun produk baru, target perolehan premi sebesar Rp 70 miliar hingga akhir tahun ini.</p>
<p>Direktur Utama ATK, Agus Edi Sumanto, mengatakan, produk Takafulink dan Takafulink Alia dirasa semakin mapan <em>(established) </em>sehingga dimungkinkan melakukan pengembangan-pengembangan. ‘’Tujuannya memberikan manfaat lebih kepada peserta sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sebuah produk asuransi. Keuntungan lain adalah investasi yang dapat memberikan manfaat perlindungan kepada peserta pada masa pensiun,’‘ kata Agus saat soft launching produk Takafulink Salam di Jakarta, Ahad (9/5).</p>
<p>Agus menjelaskan, Takafulink Salam adalah produk investasi dengan jenis investasi campuran, dimana peserta dapat memilih sendiri porsi investasi, baik berbasis fixed income, balance fund, maupun ekuitas. Produk Takafulink Salam menawarkan beberapa pilihan investasi, yaitu Takaful Istiqomah, Mizan, dan Ahsan.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;- <em>Ingin tahu simulasi Takafulink Salam? Klik <a href="../ilustrasi/takafulink-salam/">disini </a>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Dua pilihan investasi pertama masing-masing menempatkan dana nasabah pada pasar uang syariah, instrumen pendapatan tetap berbasis syariah, serta instrumen uang syariah. Sementara itu, Takaful Ahsan akan menempatkan dana peserta pada instrumen saham atau pasar uang syariah.</p>
<p>‘’Dengan beragam pilihan investasi tersebut, kita membidik masyarakat menengah ke atas yang memiliki background investasi lebih. Bukan berarti segmen lainnya tidak boleh mengambil,’‘ ungkap Agus.  Dari produk unit link Takaful saat ini, sebagian besar investasinya tercampur antara mixed balance fund dan ekuitas dengan lebih dari 70 persen.</p>
<p>Seiring dengan kondisi makro perekonomian yang mulai pulih serta pertumbuhan kinerja unitlink pada awal 2010 yang perlahan semakin tumbuh usai krisis ekonomi, Agus optimistis produk Takafulink Salam akan dapat berkembang baik pada tahun ini. Untuk pemasarannya, ATK akan mengandalkan agresivitas agennya yang berjumlah tiga ribu orang.</p>
<p><strong>Manfaat tambahan</strong></p>
<p>Agus menerangkan, Takafulink Salam juga memberikan manfaat perlindungan tambahan terhadap penyakit kritis, kehilangan fungsi anggota tubuh, serta cash plan.  Ketiga hal itulah yang dipastikan dapat menggerogoti tabungan dan investasi yang dimiliki seseorang,  mengingat sebagian besar perusahaan asuransi tidak memberi perlindungan.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;- <em>Ingin tahu simulasi Takafulink Salam? Klik <a href="../ilustrasi/takafulink-salam/">disini </a>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Untuk menjaga keamanan dana investasi dan konsistensi di bisnis syariah, Takaful menggunakan dua filter, yakni regulasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Dengan dua filter itu, kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan dana ataupun kemurnian syariah dapat terjaga.</p>
<p>Menurutnya, ATK terus berkembang setiap tahunnya dengan pertumbuhan rata-rata 40 persen. Hingga akhir tahun ini, target premi ATK sebesar Rp 400 miliar. (ed: zaky ah)</p>
<p><em>Sumber: Republika, 10 Mei 2010</em></p>
<p><em>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
</em></p>
<p><em>Ingin tahu simulasi Takafulink Salam? Klik <a href="http://asuransitakaful.net/ilustrasi/takafulink-salam/">disini</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/05/takafulink-salam-terbit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Kembangkan Asuransi Mikrosyariah</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/03/takaful-kembangkan-asuransi-mikrosyariah/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/03/takaful-kembangkan-asuransi-mikrosyariah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 23:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>
		<category><![CDATA[agus edi sumanto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Takaful Indonesia menjalin sinergi dengan Asosiasi Baitul Maal wat Tamwil Seluruh Indonesia (Absindo) untuk mengembangkan produk asuransi jiwa bagi seluruh nasabah BMT yang tergabung dalam Absindo]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Asuransi ini akan memberi proteksi  kepada nasabah BMT yang sebagian besarnya berasal dari kalangan menengah  ke bawah.</strong></p>
<p>JAKARTA &#8212; Takaful Indonesia menjalin sinergi  dengan Asosiasi Baitul Maal wat Tamwil Seluruh Indonesia (Absindo)  untuk mengembangkan produk asuransi jiwa bagi seluruh nasabah BMT yang  tergabung dalam Absindo. Direktur Utama Asuransi Takaful Keluarga, Agus  Edi Sumanto, mengatakan kerja sama ini ditujukan untuk memberikan  proteksi kepada seluruh nasabah BMT yang sebagian besarnya berasal dari  kalangan menengah ke bawah.</p>
<p>&#8221;Dari kerja sama tersebut kami  menargetkan dapat menjaring 100 ribu peserta dan implementasinya  diharapkan bulan depan bisa langsung jalan,&#8221; kata Agus kepada <em>Republika</em>,  Rabu (17/3).</p>
<p>Pada tahap awal, lanjutnya, ruang lingkup kerja  sama meliputi produk Takaful Alkhairat dan Kecelakaan Diri (Proteksita)  serta asuransi pembiayaan Mikrotakaful. &#8221;Nantinya produk itu <em>cobranding  bundling</em> dengan Simpanan Taawun Sejahtera (Sitara) BMT,&#8221; ujar  Agus.</p>
<p>Ke depannya, kerja sama ini juga akan merambah pada bidang  yang lain, di antaranya adalah Tabungan Pendidikan, Tabungan Haji, dan  beberapa produk lain yang akan dirancang dan disepakati kemudian.  Termasuk di dalamnya adalah pengembangan pola kerja sama termasuk  asuransi umum. Ia pun optimis bahwa kerja sama ini menguntung semua  pihak termasuk nasabah BMT.</p>
<p>Takaful Alkhairat dan Kecelakaan Diri  sendiri merupakan produk kumpulan unggulan milik Takaful Keluarga yang  memberikan manfaat perlindungan jika peserta mengalami musibah  kecelakaan dan atau meninggal dunia. Agus menjelaskan dalam kerja sama  ini menggunakan kartu BMT Cash sebagai media transaksinya. Sementara  produk lainnya adalah pembiayaan mikro, yang saat ini tengah  dikembangkan untuk segera diimplementasikan, sehingga dapat memberikan  manfaat perlindungan bagi kelancaran proses pembiayaan seluruh nasabah  BMT.</p>
<p>Agus menjelaskan, kerja sama kedua instansi tersebut juga  akan melibatkan Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) sebagai pemegang  polis. Lembaga ini memiliki peran penting, khususnya dalam mendorong  perkembangan BMT di Indonesia.</p>
<p>&#8221;Keberadaan BMT sebagai lembaga  keuangan mikro syariah yang bergerak bidang pembiayaan, pemberdayaan,  dan pengembangan usaha, diharapkan dapat membantu menggerakkan roda  perekomian, yang pada akhirnya dapat mengentaskan masalah kemiskinan,&#8221;  jelas Agus.<br />
<strong><br />
Layanan lebih lengkap</strong><br />
Ketua Umum  Asosiasi BMT Seluruh Indonesia (Absindo), Aries Muftie, mengakui bahwa  asuransi mikro di tanah air memang belum banyak berkembang. Karena itu  dengan adanya kerja sama bersama Takaful Indonesia hal tersebut akan  dapat memberikan layanan keuangan BMT yang lebih lengkap bagi seluruh  nasabahnya.</p>
<p>&#8221;BMT Takaful yang melindungi usaha mikro ini sudah  disusun sejak 2005 karena kita menargetkan di seluruh desa ada BMT pada  2020, maka kita juga ingin ada perlindungan bagi usaha mikro,&#8221; katanya.</p>
<p>Absindo sendiri kini terus mengembangkan BMT Cash yang  digunakan sebagai sistem interkoneksi BMT yang baru diluncurkan Januari  lalu. BMT Cash adalah implementasi dari konsep teknologi modern yang  sedang dikembangkan untuk BMT saat ini.</p>
<p>Melengkapi interkoneksi  antar BMT ini, lanjut Aries, pihaknya pun menerbitkan simpanan bersama  bernama Simpanan Taawun Sejahtera (Sitara) yang juga memiliki penjaminan  seperti halnya dana di perbankan yang dijamin oleh Lembaga Penjamin  Simpanan. Dana simpanan yang dijamin adalah dana di bawah Rp 25 juta.  Hingga 2020 mendatang Absindo menargetkan hadirnya BMT di setiap desa di  Indonesia yang berjumlah 78.124 desa.  ed: yeyen ros</p>
<p><strong>Fakta  angka<br />
100 ribu</strong><br />
Jumlah peserta yang dibidik dalam sinergi  Takaful Indonesia dan Absindo.</p>
<p><em>Sumber: Republika.co.id</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/03/takaful-kembangkan-asuransi-mikrosyariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Optimalkan Tiga Saluran Distribusi</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/01/takaful-optimalkan-tiga-saluran-distribusi/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/01/takaful-optimalkan-tiga-saluran-distribusi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 08:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agen Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi Takaful Keluarga (ATK) akan mengoptimalkan tiga saluran distribusinya pada 2010 ini. Pada tahun ini, ATK menargetkan raihan premi Rp 400 miliar. Portal agency disiapkan bagi agen untuk memonitor aktivitas secara online.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Asuransi Takaful Keluarga (ATK) akan mengoptimalkan tiga saluran distribusinya pada 2010 ini. Pada tahun ini, ATK menargetkan raihan premi Rp 400 miliar. Direktur Utama ATK, Agus Edi Sumanto, mengatakan saluran distribusi agensi, bancassurance, dan korporasi akan lebih ditingkatkan di 2010.</p>
<p>&#8221;Untuk agensi yang terkait individual akan kita optimalkan penuh. Kita siapkan portal agency jadi agen bisa akses tentang aktivitas produk secara online,&#8221; kata Agus, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Jumlah agen ATK saat ini sebanyak 2200 orang dan diharapkan dengan teknologi yang terus ditingkatkan jumlah agen dapat mencapai hampir 5000 orang. Dengan peningkatan agensi tersebut, maka pemasaran akan meluas, tak hanya terbatas pada kehadiran kantor cabang Takaful Indonesia saja. Agus mengungkapkan, untuk 2010 ini pihaknya juga akan meningkatkan kerja sama dengan PT Pos melalui online payment sehingga mempermudah nasabah dalam membayar premi.</p>
<p>&#8221;Misalnya saja Takaful punya cabang di Jawa Timur di Malang dan SUrabaya tapi ternyata banyak pemegang polis yang asalnya dari Madiun, karena itu kita kerja sama dengan PT Pos agar nasabah mudah menjangkau Takaful,&#8221; kata Agus.</p>
<p>Layanan ATK pun, ujar dia, diakses di seluruh kantor pos di Indonesia. Selain itu, tambahnya, ATK juga bekerja sama bidang penjualan produk melalui PT Pos.</p>
<p>&#8221;Ada tiga produk yang rencananya akan dijual melalui PT Pos tapi produk-produknya masih kita godok,&#8221; ujar Agus.</p>
<p>Sementara itu untuk bancassurance teknologinya juga akan ditingkatkan dengan sistem portal yang akan dipasang di berbagai mitra. Dengan demikian, akan mempercepat proses dan menjadi efisien.</p>
<p>Di sektor korporasi, ATK akan fokus meningkatkan produk asuransi kesehatan dan santunan hari tua. Saat ini ATK telah menghimpun premi sekitar Rp 250 miliar. Dari jumlah tersebut agensi berkontribusi sebesar 40 persen, sisanya berasal dari bancassurance dan korporat.</p>
<p>&#8221;Untuk 2010 porsi kontribusi dari individu (agensi) dan kumpulan (korporat dan bancassurance) setidaknya 50:50,&#8221; kata Agus.</p>
<p>Dengan agensi yang terus ditingkatkan di 2010, lanjutnya, porsi agensi diharapkan dapat berkontribusi sebesar 60 persen bagi total premi. Mengingat kondisi ekonomi yang kurang baik, ATK merevisi targetnya pada 2009 lalu menjadi Rp 255 miliar. Namun melihat kondisi ekonomi yang tampaknya akan mulai membaik pada 2010, Agus pun optimistis dapat mencapai target Rp 400 miliar pada 2010.</p>
<p>&#8221;Kami melihat setidaknya pada 2010 kondisinya sama dengan pada 2007 atau 2008 yang pertumbuhannya cukup baik,&#8221; kata Agus.</p>
<p><strong>Strategi Hadapi 2010</strong></p>
<p>* Asuransi Takaful Keluarga (ATK) akan meningkatkan saluran distribusi agensi, bancassurance, dan korporasi akan lebih ditingkatkan pada 2010.<br />
* Bancassurance adalah sistem layanan perbankan dan asuransi pada saluran yang sama. Untuk poin ini, ATK akan menyiapkan sistem portal yang akan dipasang dengan berbagai mitra.<br />
* Untuk agensi ATK, akan disiapkan portal agency sehingga agen bisa mengakses aktivitas produk secara online.<br />
* Jumlah agen ATK saat ini sebanyak 2200 orang dan diharapkan dengan teknologi yang terus ditingkatkan jumlah agen dapat mencapai hampir 5000 orang.<br />
* Kerja sama dengan PT Pos juga akan ditingkatkan. Dengan kerja sama ini, nasabah dapat membayar premi lewat online payment.<br />
* Layanan ATK pun dapat diakses di seluruh kantor pos di Indonesia.<br />
* PT Pos juga akan melayani penjualan produk. Saat ini ada tiga produk yang sedang diproses untuk dipasar lewat kantor pos.<br />
* Di sektor korporasi, ATK akan fokus meningkatkan produk asuransi kesehatan dan santunan hari tua.<br />
* Pada 2009, ATK menghimpun premi Rp 250 miliar. Dari jumlah ini, agensi menyumbang 40 persen dan 60 persen dari bancassurance dan korporat. Pada 2010, perimbangan diharapkan menjadi 50 persen dan 50 persen. Sedangkan pada 2011, diharapkan agensi menyumbang 60 persen dan sisanya dari  bancassurance dan korporat.<br />
* pada 2010, perimbangan diharapkan menjadi 50 persen dan 50 persen. sedangkan pada 2011, diharapka agensi menyumbang 60 persen dan sisanya dari bancassurance dan korporat.</p>
<p><em>Sumber: Republika, <em>Selasa, 05 Januari 2010 </em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/01/takaful-optimalkan-tiga-saluran-distribusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Raih Asuransi Syariah Terbaik 2009</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/09/takaful-raih-predikat-asuransi-syariah-terbaik-2009/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/09/takaful-raih-predikat-asuransi-syariah-terbaik-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 08:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi Takaful Keluarga mengokohkan posisinya sebagai perusahaan asuransi jiwa syariah terbaik di Indonesia dengan meraih penghargaan Asuransi Syariah Terbaik 2009.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asuransi Takaful Keluarga mengokohkan posisinya sebagai perusahaan asuransi jiwa syariah terbaik di Indonesia dengan diberikannya penghargaan sebagai asuransi jiwa syariah terbaik 2009 (Best Syariah Insurance 2009) oleh majalah Investor. Penghargaan ini menambah deretan prestasi serupa yang telah diraih Takaful di tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Dewan juri Best Syariah 2009 majalah Investor terdiri dari Adiwarman Azwar Karim (Presdir Karim Business Consulting), Syakir Sula (Ketua International Islamic Insurance Society), dan Josep Ginting (Komisaris PT Batavia Prosperindo Sekuritas). Pemeringkatan yang dilakukan oleh dewan juri difokuskan pada penilaian kinerja keuangan perusahaan.</p>
<p>Asuransi Takaful Keluarga adalah asuransi yang beroperasi secara murni syariah sejak 15 tahun lalu. Sebagai pelopor asuransi syariah, Takaful berkomitmen untuk terus mensosialisasikan prinsip-prinsip universal Islam diantaranya keadilan, profesionalitas, amanah dan  menguntungkan.</p>
<p>Sistem pemasaran agency yang diterapkan Takaful memungkinkan seluruh masyarakat yang concern dengan sistem syariah untuk terlibat secara aktif mensosialisasikan produk syariah sekaligus memperoleh penghasilan yang berkah dan menguntungkan. Keterangan lebih lanjut dapat dibaca <a href="http://asuransitakaful.net/sistem-agency-takaful/">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/09/takaful-raih-predikat-asuransi-syariah-terbaik-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Perluas Jangkauan, Tingkatkan Layanan</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/08/takaful-perluas-jangkauan-tingkatkan-layanan/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/08/takaful-perluas-jangkauan-tingkatkan-layanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 06:21:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Pola pemasaran dengan agensi memungkinkan Takaful mengajak masyarakat untuk menjadi mitra bisnis/entrepreneur. Artinya, Takaful ingin maju bersama masyarakat. Dengan pola ini, Takaful berharap dapat masuk ke seluruh lapisan masyarakat secara masif]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Asuransi Takaful Keluarga berharap bisa masuk ke seluruh lapisan masyarakat secara masif.</strong></p>
<p>Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang keuangan syariah. Selain karena jumlah penduduknya yang besar, yakni mencapai 225 juta jiwa, juga karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam. ‘’Sekitar 80 persen orang Indonesia beragama Islam. Karenanya, potensi pasar keuangan syariah di Indonesia sangat luar biasa,’’ ujar Presiden Direktur PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga), Agus Edi Sumanto.</p>
<p>Di samping itu, sistem keuangan syariah juga sedang mendapat perhatian masyarakat dan berbagai tokoh. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di belahan dunia lain. Hal ini terkait dengan krisis keuangan global yang terjadi akibat gagalnya sistem keuangan konvensional yang selama ini digunakan dan diagung-agungkan. Tak heran jika kemudian pemimpin umat Katholik, Paus Benedictus, pun memuji sistem keuangan syariah sebagai jalan keluar dari krisis yang menghancurkan perekonomian banyak negara ini.</p>
<p>Melihat besarnya potensi pasar dan timingyang mendukung, banyak lembaga keuangan syariah yang menggunakan momentum ini untuk memperluas pasar. Salah satunya adalah Takaful Keluarga. ‘’Pada Meilalu, ada suntikan dana segar sekitar Rp 64 miliar dari pemegang modal untuk meningkatkan kapital perusahaan,’’ ujar Agus Edi.</p>
<p>Sebelumnya, ia menjelaskan, Takaful Keluarga memiliki keterbatasan modal. Hal ini berimbas kepada terbatasnya upaya meningkatkan pasar. Fungsi sosialisasi pun belum berjalan dengan optimal. Bahkan, katanya, berdasarkan survei yang dilakukan, masih banyak masyarakat yang belum tahu mengenai Takaful. ‘’Dampak lainnya, jangkauan Takaful belum merata di Indonesia,’’ tambahnya.</p>
<p>Dengan adanya tambahan dana tersebut, Agus Edi berharap dapat memperkuat pondasi keuangan perusahaan. Sehingga perkembangan Takaful Keluarga dapat lebih dinamis, mendalam, dan luas. Ia mengibaratkan dengan membangun rumah. Kalau pondasinya kuat, maka pekerjaan membangun bagian lain akan jadi lebih mudah. Selain itu, penambah an modal ini sekaligus untuk memenuhi ketentuan regulasi dari pemerintah yang mewajibkan sebuah lembaga syariah memiliki modal minimal Rp 50 miliar.</p>
<p>Dengan adanya suntikan dana tersebut, setidak nya Takaful Keluarga akan fokus dalam dua hal, yaitu perluasan jangkauan dan peningkatan pelayanan. Perluasan jangkauan dilakukan dengan menyiapkan dan menambah armada penjualan.</p>
<p>Sebelumnya, kata Agus Edi, Takaful Keluarga menggunakan pola cabang. Tapi kini, upaya marketing dilakukan melalui pola agensi. ‘’Melalui pola agensi memungkinkan Takaful mengajak masyarakat luas untuk menjadi mitra bisnis/entrepreneur. Artinya, Takaful ingin maju bersama masyarakat. Dengan pola ini, kami berharap dapat masuk ke seluruh lapisan masyarakat secara masif,’’ ungkap Agus Edi.</p>
<p>Pola agensi dinilai dapat menjangkau masyarakat secara lebih baik dan lebih cepat. Karena, seorang agen bekerja untuk dirinya sendiri. Tidak sebagai karyawan Takaful. Sehingga agen tersebut dapat terus memotivasi dirinya untuk bekerja dengan lebih baik. Bahkan, biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat agensi lebih sedikit ketimbang harus membuat cabang baru di satu daerah.</p>
<p>Pola agensi memang terbukti. Hingga saat ini, pola yang baru dikembangkan sejak awal 2009 tersebut sudah memiliki 45 agensi di seluruh provinsi di Indonesia. Agus Edi mengakui, sebagian dari jumlah tersebut merupakan cabang yang dikonversi menjadi agensi. ‘’Kami memiliki 39 kantor pemasar semacam cabang di seluruh Indonesia. Sebagian sudah terkonversi menjadi agensi, dan sebagian lagi menyusul. Rencananya, pada 2010 seluruh kantor pemasar sudah terkonversi menjadi agensi,’’ paparnya.</p>
<p>Jumlah agen pun mengalami peningkatan. Di 2008, Takaful Keluarga memiliki sekitar 1.200 agen. Namun, sejak menggunakan pola agensi hingga saat ini, agennya meningkat menjadi 2.500 orang. Agus Edi menargetkan dapat mencapai angka tiga ribu hingga 3.500 di akhir tahun 2009.</p>
<p>Sebagai daya tarik, Takaful Keluarga pun memberikan berbagai bonus menarik. Mulai dari bonus bulanan berupa notebookdan uang tunai, hingga bonus tahunan berupa umrah. Agus Edi menjelaskan, bonus umrah diberikan selain sebagai bentuk apresiasi terhadap performa kerja, juga sebagai upaya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. ‘’Bekerja adalah ibadah. Makanya, akan lebih baik kalau disempurnakan dengan umrah dan haji,’’ ujarnya.</p>
<p>Tahun lalu, Takaful Keluarga memberikan hadiah kepada 33 agen terbaik. Tahun ini, harapan Agus Edi, kalau bisa lebih banyak lagi.</p>
<p>Sementara peningkatan pelayanan dilakukan dengan memperbaiki sistem teknologi informasi /IT.</p>
<p>Agus Edi menjelaskan, jika memiliki armada besar, teknologi menjadi sangat penting. Bidang ini harus selalu ditingkatkan sesuai dengan volume bisnis yang ada. ‘’Kami ingin meningatkan customer relation managementsehingga dapat menjadi lebih baik lagi,’’ jelas Agus Edi.</p>
<p>Tahun lalu Takaful Keluarga mengembangkan layanan pegingat jatuh tempo pembayaran premi melalui SMS dan penambahan utlet pembayaran premi secara online dengan bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dan Bank Syariah Mandiri. Tahun ini Takaful Keluarga merencanakan meluncurkan layanan informasi polis melalui internet. Layanan ini nantinya selain dapat diakses nasabah melalui komputer juga dapat diakses melalui telepon seluler yang kami namakan “Moblie Takaful” dengan layanan ini nasabah dapat berinteraksi dengan Takaful kapan saja dan dimana saja.</p>
<p>Kemudahan lain yang dikembangkan adalah membangun teknologi untuk meningkatkan hubungan dengan mitra bisnisnya. Ia mencontohkan, hubungan dengan PT Pos Indonesia. Kantor pos, kata Agus Edi, memiliki jangkauan yang sangat luas. Bahkan telah sampai di tingkat kecamatan. ‘’Kelebihan ini kami manfaatkan untuk menjangkau daerah yang belum kami masuki. Jadi, meskipun tidak ada kantor Takaful Keluarga di suatu daerah, konsumen tetap dapat mela kukan transaksi melalui Kantor Pos. Baik pem ba yaran, maupun menjadi peserta takaful,’’ lanjut Agus Edi. (adv)</p>
<p><em>Republika, 5 Agustus 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/08/takaful-perluas-jangkauan-tingkatkan-layanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>‘Tidak Ingin Hadiah Lain’</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/08/%e2%80%98tidak-ingin-hadiah-lain%e2%80%99/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/08/%e2%80%98tidak-ingin-hadiah-lain%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 06:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agen Asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai bentuk apresiasi kepada agen yang berprestasi, PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga) memberikan bonus berupa pembiayaan ibadah umrah. Tahun lalu, sebanyak 33 orang diberangkatkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai bentuk apresiasi kepada agen yang berprestasi, PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga) memberikan bonus berupa pembiayaan ibadah umrah. Tahun lalu, sebanyak 33 orang diberangkatkan. Tahun ini ada keinginan untuk memberangkatkan lebih banyak lagi. Ternyata, bagi para pemenang, kesempatan ini lebih dari sekadar hadiah.</p>
<p>AVP Marketing Area IV dan V Takaful Keluarga, Suwanto yang tahun lalu menemani para pemenang pergi ke Tanah Suci menjelaskan, respon para pemenang sangat luar biasa. ‘’Umumnya mereka tidak menyangka kalau mereka akan menang dan berangkat umrah. Mereka sangat senang sampai tidak sadar kalau sudah berada di Tanah Suci. Tahu-tahu mereka sudah shalat di samping Ka’bah. Benar-benar luar biasa,’’ ujarnya.</p>
<p>Suwanto menjelaskan, sempat terpikir renca na untuk memberikan hadiah tahunan berupa wisata ke negara lain. Seperti, Malaysia, Thai land atau China. Namun ketika digulirkan, ternyata ide ini mendapat penolakan dari para agen.</p>
<p>Akhmad Fadiyanto BAO Takaful Keluarga Denpasar salah satu agen yang berangkat umrah mengatakan bahwa, kami bersyukur ke hadirat Allah SWT dan berterima kasih kepada manajemen PT Asuransi Takaful Keluarga, atas atensi dan apresiasi yang diberikan kepada kami, sehingga kami bisa berumrah ke Tanah Suci. Suatu anugerah yang Allah berikan kepada kami ketika bekerja di perusahaan syariah.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-433" title="Umroh Best Achiever Takaful 2009" src="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2009/08/umroh-best-achiever-resize.gif" alt="Umroh Best Achiever Takaful 2009" width="331" height="194" /></p>
<p>Saat berada di Tanah Suci Makkah ada kejadian menarik. Dari hari pertama hingga hari terakhir kami belum diberikan kesempatan mencium apalagi berdoa di Multazam. Sedangkan teman-teman sudah mencium Multazam dan Hajar Aswad. Namun syukurlah, pada hari terakhir, ketika tawaf wada Allah izinkan kami berdoa penuh khyusu’ dan haru di Multazam.</p>
<p>Dari pengalaman batin kami dapat disimpulkan bahwa: sebagai agen/marketer Takaful tidak perlu khawatir dan mengeluh akan pencapaian produksi. Ikhtiar dan doa secara maksimal mesti dikerjakan. Selanjutnya tinggal kita meng-evaluasi ikhtiarnya dan doanya apakah perlu ditambah lagi, karena sesungguhnya Allah Maha Ajaib dan Maha Mubin.</p>
<p>Demikian pula penuturan Irwan Nawri TAF Takaful Keluarga Padang, tiada kata yang dapat saya ucapkan di kala saya ditelepon dan dinyatakan untuk berangkat pergi umrah. Karena waktu itu baru saja saya selesai menikah. Yang terasa bagi saya adalah kebenaran apa yang pernah saya baca “MENIKAHLAH KAMU, MAKA KAMU AKAN MENJADI KAYA. Subhanallah.</p>
<p>Ada dua perasaan di waktu itu. Yang pertama perasaan gembira karena apa yang dicita-citakan untuk bisa beribadah di Tanah Suci bisa tercapai. Sedangkan yang kedua perasaan risau karena baru satu minggu menikah sudah mau meninggalkan istri tercinta. Tapi panggilan untuk ke Tanah Suci lebih besar daya tariknya.</p>
<p>Alhamdulillah, seluruh rangkaian ibadah umrah yang saya lakukan lancar. Saya diberi kemudahan oleh Allah untuk berdoa di Raudhah di Masjid Nabawi. Di Masjidi Haram, Makkah, saya pun diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk mencium Hajar Aswad, meski pun harus melalui perjuangan cukup panjang dan kesempatan itu baru datang pada hari terakhir.</p>
<p>Terima kasih ya Allah. Kapankah saya dapat kembali ke sana (Tanah Suci)? Semoga Allah memberikan kesempatan itu kembali.</p>
<p><em>Republika, 5 Agustus 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/08/%e2%80%98tidak-ingin-hadiah-lain%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia, Kiblat Asuransi Syariah Dunia</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/07/indonesia-kiblat-asuransi-syariah-dunia/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/07/indonesia-kiblat-asuransi-syariah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 07:05:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi syariah, kini semakin berkembang. Sejak diperkenalkan di Indonesia pada 1994, hingga saat ini jumlah industri asuransi syariah mencapai 39 perusahaan dengan ratusan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asuransi syariah, kini semakin berkembang. Sejak diperkenalkan di Indonesia pada 1994, hingga saat ini jumlah industri asuransi syariah mencapai 39 perusahaan dengan ratusan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kendati demikian, pangsa pasarnya yang masih di bawah lima persen, dipastikan akan terus berkembang di masa depan.</p>
<p><strong>Muhammad Syakir Sula,</strong> praktisi sekaligus konsultan asuransi syariah, menjelaskan, melihat pertumbuhannya yang demikian pesat, Indonesia berpotensi menjadi kiblat asuransi syariah dunia.</p>
<p>Hal ini dikarenakan dukungan dan potensi yang sangat besar yang dimiliki Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 85 persen lebih umat Islam dari 230 juta jiwa, merupakan pangsa pasar terbesar di dunia bagi industri asuransi syariah.<br />
&#8221;Kini, tantangannya adalah menyakinkan umat Islam untuk melek asuransi syariah. Karena, manfaatnya sangat besar bagi kehidupan umat Islam secara keseluruhan bila dibandingkan dengan asuransi konvensional,&#8221; kata Ketua Umum IIIS (Internasional Islamic Insurance Society), kepada <strong>Syahruddin El-Fikri</strong> dari <em>Republika.</em></p>
<p>Berikut petikan wawancara dengan pria kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan, 12 Februari 1964 ini.</p>
<p><strong>Bisa dijelaskan sejarah munculnya istilah asuransi dalam Islam?</strong><br />
Praktik yang mirip dengan asuransi itu sudah ada sejak awal Islam. Secara eksplisit, memang tidak ada hadis yang menyebut kata asuransi (<em>at-ta&#8217;min</em>). Misalnya, <em>qala Rasulullah SAW, at-ta&#8217;min halalum</em> (asuransi itu halal, boleh), tidak pernah disebutkan.<br />
Tetapi, praktik yang mirip dengan asuransi ada. Misalnya, sistem <em>aqilah</em> seperti yang disebut oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam <em>Fath al-Bari.</em> Sebagaimana diriwayatkan Bukhari, sistem <em>aqilah</em> mirip dengan sistem asuransi dan itu disahkan oleh Rasulullah. Bahkan, sejak saat itu, sistem tersebut menjadi bagian dari hukum Islam. Sejak itulah sistem <em>aqilah</em> yang mirip praktik asuransi itu berlaku.</p>
<p><strong>Bagaimana praktik </strong><strong><em>aqilah</em></strong><strong> tersebut?</strong><br />
<em>Aqilah</em> sebenarnya dipraktikkan oleh masyarakar Arab pada zaman pra-Islam. Ketika itu, apabila ada anggota keluarga yang meninggal dunia dan mempunyai tanggungan, misalnya melakukan pembunan, maka anggota keluarga lainnya berkewajiban menanggung dendanya (<em>diyat)</em>.<br />
Selain dasar tersebut, dasar hukum lainnya yang bisa dijadikan patokan adalah kebutuhan masyarakat di zaman modern ini. Sekarang, sangat susah menghindari praktik asuransi.<br />
Hampir semua pekerja, buruh, karyawan, tentara, dan lainnya, secara otomatis diasuransikan ke Astek, Askes, Jamsostek, dan Asabri. PNS, yang mengelola pensiun dan jaminan kesehatannya adalah asuransi dana pensiun dan Askes.<br />
Pegawai swasta dan BUMN, jaminan kesehatannya dikelola oleh Asuransi. Pemilik SIM, atau sedang naik pesawat, kapal laut, kereta api, bayar Tol, atau ke tempat rekreasi seperti Ancol, Taman Mini, itu semua secara otomatis <em>include</em> asuransi kecelakaan.<br />
Bahkan, di beberapa kabupaten seperti Depok, semua penduduk yang punya KTP, pasti <em>include</em> asuransi kematian. Di Bontang semua penduduk miskin yang punya KTP oleh Pemda di-<em>cover</em> asuransi kesehatan dan kematian. Penduduk miskin di Indonesia dapat berobat secara gratis ke Rumah Sakit, atas subsidi pemerintah bekerja sama dengan Askes (Asuransi Kesehatan).<br />
Karena itu, sangat sulit menghindari asuransi. istilahnya, asuransi sekarang sudah menjadi kebutuhan, baik untuk jiwa, kesehatan, harta benda, dan lainnya.</p>
<p><strong>Tapi ada ulama yang memandang, asuransi itu mengandung unsur </strong><strong><em>maisir</em></strong><strong> (judi), </strong><strong><em>gharar</em></strong><strong> (samar), dan </strong><strong><em>riba</em></strong><strong> (berlebih)?</strong><br />
Itu benar. Karena itu, para ulama dan pakar syariah berpikir keras mencari solusi, agar hal-hal yang haram dalam praktik asuransi konvensional itu dihilangkan.<br />
Bahkan, dengan melihat <em>maslahah</em> (kemashlahatan), sebagian ulama kemudian membolehkan asuransi konvensional, khususnya asuransi sosial. Dan karena waktu dulu belum ada, maka asuransi konvensional dibolehkan, dengan alasan darurat. Dan sekarang, karena industri asuransi syariah sudah makin banyak, tentu saja hukumnya menjadi berbeda.</p>
<p><strong>Secara global, sejak kapan muncul istilah asuransi syariah dan mulai dipraktikkan dengan sistem modern seperti sekarang ini, termasuk di Indonesia?</strong><br />
Sistem asuransi atau <em>ad-diyah ala al&#8217;aqilah</em> sudah ada sejak zaman Nabi SAW. Kemudian, turun-temurun tetap ada dalam implementasi syariah Islam sampai kepada sistem kekhalifahan yang paling terakhir yaitu kekhalifahan Utsmaniyah di Turki yang diruntuhkan oleh Kemal Attaturk pada 1920-an. Setelah itu sistem <em>aqilah</em> hilang ditelan bumi.<br />
Kemudian, pada Muktamar Ekonomi Islam tahun 1976 di Makkah dan <em>Majma&#8217; al-Fiqh al Islami al-&#8217;Alamiy</em> (Kesatuan Ulama Figh Dunia) tahun 1985 memutuskan, bahwa asuransi konvensional yang kita kenal selama ini bertentangan dengan syariah alias hukumnya haram, dan merekomendasikan   untuk mendirikan asuransi <em>ta&#8217;awuni</em> atau <em>takaful</em> (Asuransi Syariah).<br />
Merespons fatwa ulama tersebut, maka pada 1979 pertama kalinya dikenalkan asuransi syariah dalam versi modern yaitu dengan berdirinya  <em>Islamic Insurance</em> di Sudan.<br />
Dan di Indonesia, asuransi syariah pertama adalah Asuransi Takaful yang berdiri tahun 1994, sekitar dua tahun setelah berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI).<br />
Saat ini Indonesia sudah memiliki sekitar 39 perusahaan asuransi yang beroperasi secara syariah dari 50 perusahaan yang sudah mendapat rekomendasi dari DSN MUI.</p>
<p><strong>Hal-hal apa saja yang bisa diasuransikan menurut Islam?</strong><br />
Secara teori, semua objek asuransi bisa diasuransikan. Tetapi, semakin tinggi risiko suatu objek asuransi, semakin tinggi pula tingkat <em>gharar</em> (ketidakjelasan) dan tingkat <em>gambling</em> (judi)-nya. Karena itu asuransi syariah khususnya asuransi kerugian, sepatutnya menghindari objek asuransi yang <em>high risk</em> (risiko tinggi), karena objek asuransi itu <em>gharar</em>-nya besar dan <em>gambling</em>-nya juga besar. Jadi, sebetulnya semua produk-produk asuransi konvensional bisa di-&#8217;&#8217;syahadatkan,&#8221; ha ha ha &#8230;.</p>
<p><strong>Sekarang banyak pemain dalam industri asuransi syariah, baik di Indonesia maupun di dunia. Berapa besar potensi yang bisa diserap industri asuransi syariah?</strong><br />
Di dunia sekarang ini kira-kira sudah ada sekitar 200 asuransi syariah, umumnya mereka menyebut dengan nama asuransi takaful atau <em>Islamic insurance.</em> Cuma Indonesia yang menyebut dengan asuransi syariah. Takaful justru lebih banyak di negara-negara non-Muslim, seperti Luxemborg, Singapura, Australia, United Kingdom (UK, Inggris), Srilanka, dan Amerika Serikat.<br />
Ke depan asuransi syariah akan menjadi tren asuransi di dunia. Lihat saja negara-negara seperti Singapura, Hong Kong, dan Inggris dengan Loyyd. Mereka ingin menjadi <em>hub sharia business.</em> Mereka berlomba-lomba menarik investor Timur Tengah dengan membuatkan skim-skim syariah, dengan membuatkan regulasi yang memudahkan, termasuk kemudahan dalam aspek perpajakan.<br />
Bandingkan dengan Indonesia yang terkenal dengan pajak gandanya itu. Lucu <em>kan.</em> Satu-satunya negara di dunia yang mengenakan pajak ganda untuk produk syariah hanya Indonesia. Sudah begitu, bangga pula <em>tuh</em> orang-orang pajak.</p>
<p><strong>Dari pangsa pasar, mengapa </strong><strong><em>marketshare</em></strong><strong> asuransi syariah masih kecil dibandingkan asuransi konvensional?</strong><br />
Karena pemerintah kita belum <em>concerned</em> dengan pengembangan asuransi syariah. Saya tidak melihat keberpihakan pemerintah, kecuali sebatas sebagai regulator saja dalam mengawasi. Mungkin menunggu asuransi konvensional bangkrut dulu karena ditempa krisis seperti AIG di Amerika, atau menunggu ditutup karena terkena <em>negative spread</em> seperti asuransi jiwa terbesar di Jepang, Kyo Life dan Nippon Life belasan tahun yang lalu, baru kemudian sadar dan ada keberpihakan pada asuransi syariah.<br />
Mereka lupa 80 persen lebih penduduk negeri ini Muslim dan membutuhkan asuransi yang halal. Dan, itu tugas pemerintah yang digaji oleh rakyat untuk memberi pelayanan yang terbaik dan diperlukan rakyat.<br />
Jadi, pemerintah harus turut mendorong pertumbuhan asuransi syariah. Seperti Malaysia, masyarakat antre membeli produk asuransi. Begitu juga dengan pemerintahnya, mereka memprioritaskan proyek-proyek nagar ke asuransi syariah. Mereka bikin UU Takaful yang disebut dengan &#8216;Takaful Act&#8217; sebelum industri asuransi syariah berdiri.<br />
Di Indonesia, asuransi syariah hanya dicantolkan satu dua pasal dalam KMK (Keputusan Menteri Keuangan) dan Peraturan Pemerintah. Kita usulkan supaya ada undang-undang asuransi menyusul Undang-Undang Perbankan Syariah. Tapi pemerintah bilang, asuransi syariah masih kecil jadi belum perlu. Jadi, cara berpikir pemerintah kita memang terbalik. Tidak melihat ini peluang. Tunggu bubar dulu konvensionalnya kali, ha ha ha.</p>
<p><strong>Dulu, Anda pernah mengatakan dan sangat berobsesi menjadikan Indonesia sebagai kiblat dunia untuk asuransi syariah. Apa yang melatarbelakangi pemikiran tersebut?</strong><br />
Sebenarnya itu bukan kata saya, tapi pendapat beberapa kawan direksi-direksi asuransi syariah dari luar negeri ketika ada<em>Insurance Congress</em> di Bali beberapa tahun silam.<br />
Mereka bilang, &#8221;Pak Syakir, dalam waktu 10 tahun ke depan Indonesia justru yang akan menjadi kiblat asuransi syariah di dunia, bukan Malaysia dan bukan juga Jeddah.&#8221;<br />
Itu yang ngomong CEO Takaful Ikhlash Malaysia dan CEO Takaful Jeddah. Di situ ada juga dari Takaful Singapura. Mereka bilang, sambil bercanda, &#8221;Tapi, kalau Indonesia tak berkenan, tak apalah. Kami saja. Singapura yang jadi kiblat,&#8221; katanya. &#8221;Nanti kami bikinkan banyak cabang  Takaful Singapura di Indonesia&#8221;.  <em>Gila gak</em>? Ini tantangan buat bangsa Indonesia. Karena itu, saya pun terobsesi untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblatnya dunia untuk asuransi syariah.</p>
<p><strong>Apa saja potensi yang bisa mendorong Indonesia menjadi kiblat sebagai asuransi syariah dunia dan apa tantangannya?</strong><br />
<em>Pertama,</em> kita adalah negara terbesar berpenduduk Muslim di dunia. Sedangkan konsep syariah seperti <em>mudharabah</em> (bagi hasil) atau di pedesaan dikenal dengan <em>maro, matelu.</em> Itu <em>kan</em> konsepnya rakyat, petani, dan peternak asli Indonesia. Dengan regulasi yang cukup, sosialisasi yang memadai, keberpihakan dari pemerintah dan DPR, konsep syariah akan berkembang pesat.<em></em></p>
<p><em>Kedua,</em> saat ini dengan tingkat <em>income</em> (pendapatan) per kapita yang ada, penduduk Indonesia berasuransi baru sekitar 12 persen. Artinya, peluang pasarnya masih sangat besar ke depan.<br />
<em>Ketiga,</em> saat ini sebetulnya premi asuransi (konvensional dan syariah) cukup besar tetapi yang menikmati adalah reasuransi luar negeri. Karena, kapasitas asuransi dan reasuransi di Indonesia masih sangat kecil, sehingga premi asuransi <em>general insurance</em> seperti oil &amp; gas, mungkin sampai 60-70 persen mengalir ke luar negeri melalui instrumen reasuransi.</p>
<p>Jadi, usul saya kalau reasuransi syariah disatukan dan diperbesar modalnya oleh pemerintah, maka sebagian dari yang 70 persen <em>capital fly</em> tadi, bisa ditahan di Indonesia.</p>
<p><strong>Apa saja kendala yang dihadapi asuransi syariah?</strong><br />
Kendala utamanya aspek permodalan. Umumnya asuransi syariah yang berbentuk divisi yang berdiri di awal-awal modalnya sangat kecil. Bayangkan mau bisa <em>cover</em> apa divisi/cabang syariah dengan modal awal cuma Rp 2,5 miliar. Mau bisa promosi apa asuransi yang modalnya &#8216;dengkul&#8217;, maaf. Itu yang membuat susah bersaing dengan konvensional. Ada perusahaan asuransi yang preminya saja dalam satu tahun Rp 1 triliun, tapi bikin divisi syariah hanya memberi modal Rp 5-10 miliar. Itu <em>kan nggak</em> serius namanya. Mereka buka divisi syariah, hanya mau menampung nasabah yang sudah ada, jangan sampai lari, jadi dibuatkan  penampungnya, yaitu cabang syariah.</p>
<p><strong>Secara umum, masyarakat kita belum begitu &#8216;melek&#8217; tentang asuransi. Bahkan, pandangan yang didapat, justru menempatkan asuransi sebagai pihak yang kurang diminati. Mengapa demikian?</strong><br />
Sekarang ini bersamaan dengan pesatnya teknologi informasi dan meningkatnya kebutuhan hidup, pemahaman dan kebutuhan masyarakat terhadap asuransi sudah semakin baik. Persoalannya sekarang adalah kemampuan untuk menyisihkan penghasilan yang masih pas-pasan untuk berasuransi.<br />
Saya kira juga citra negatif pelaku industri asuransi khususnya &#8216;oknum sales&#8217;, sudah semakin kecil. Mereka mulai bekerja secara profesional,  terutama dengan masuknya asuransi tingkat dunia seperti Allianz, Prudencial, Manulife, dan AIG, citra pelayanan asuransi sudah semakin baik.<br />
Perusahaan-perusahaan lokal juga sudah cukup banyak yang bisa bersaing secara profesional dengan yang besar-besar tadi.</p>
<p>Praktik marketing menyimpang, seperti yang saya sebut dalam buku <em>Marketing Bahlul</em>, sesungguhnya tidak didominasi oleh industri asuransi lagi. Perilaku-perilaku menyimpang itu, baik dari segi moral maupun <em>riswah</em> (suap), saat ini justru banyak terjadi di bidang bisnis lainnya.</p>
<p><strong>Ada kesan di masyarakat, industri asuransi hanya cocok buat masyarakat kelas menengah ke atas. Sementara untuk masyarakat kelas bawah tidak. Bagaimana menurut pandangan Islam hakikat dan tujuan asuransi sesungguhnya?</strong><br />
Yah, memang masih ada kesan seperti itu, tapi ini lambat laun bersamaan dengan sosialisasi tentang fungsi asuransi akan semakin bergeser. Di atas tadi sudah saya jelaskan betapa banyak fungsi asuransi seperti kesehatan, kecelakaan, kematian, yang justru untuk masyarakat kelas bawah. Asuransi sosial seperti Jamsostek, Astek, Askes, Asabri, itu kan asuransi untuk menengah ke bawah semua. Cuma masyarakat tidak tahu kalau itu sebetulnya menggunakan mekanisme asuransi.</p>
<p>Produk lain, yang  perlu menjadi perhatian industri asuransi sekarang adalah <em>micro insurance.</em> Ini pangsa pasarnya sangat besar dan sama sekali belum tergarap, yaitu asuransi yang ditujukan untuk tukang cendol, tukang combro, pedagang kaki lima, sektor informal, petani, pedagang kecil, dan lain lain.<br />
Produk ini sedang dikembangkan teman-teman di beberapa kabupaten di Jawa Barat, namanya Asuransi Takmin. Ini produk inovatif untuk masyarakat tingkat bawah.</p>
<p><strong>Apa hal yang paling pokok perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional?</strong><br />
Banyak yang bilang produk syariah itu sama saja dengan produk konvensional. Termasuk asuransi syariah. Saya bilang pandangan itu keliru. Pak Kiai Ma&#8217;ruf Amin, ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, malah pernah bilang, &#8221;Bedanya sama dengan antara langit ke tujuh dengan sumur bor.&#8221; Tentu beliau bercanda. Tapi, saya sebagai praktisi syariah membetulkan statemen itu, karena secara operasional memang berbeda.<br />
Perbedaan prosesnya dalam rangka menghilangkan hal-hal terlarang oleh syariah dalam praktik asuransi konvensional. Jadi, dalam istilah santri menghilangkan <em>illat</em>-nya atau alasannya mengapa konvensional itu diharamkan.</p>
<p>Jika dilihat dalam aspek syariah, perbedaannya karena dalam asuransi syariah tidak ada lagi hal-hal yang terlarang seperti <em>gharar, maisyir,</em> dan <em>riba.</em> Dari segi ekonomi, produk-produk asuransi syariah jauh lebih unggul dibanding konvensional.</p>
<p><strong>Saat ini asuransi konvensional menerapkan istilah &#8216;NO CLAIM BONUS&#8217; sebagai &#8216;lawan&#8217; dari konsep sistem bagi hasil. Apakah ini perubahan dari konvensional menjajaki sistem syariah?</strong><br />
Yah, <em>No claim bonus</em> di konvensional sering dijadikan &#8217;senjata&#8217; untuk melawan asuransi syariah di market. Tapi, sebetulnya <em>no claim bonus</em> itu istilah yang &#8217;serupa tapi tak sama&#8217; dengan <em>mudharabah</em> (bagi hasil) di syariah. Memang, sama-sama memberikan kembalian alias bagi hasil jikalau tidak ada klaim atau masih ada selisih antara premi dan klaim secara keseluruhan di akhir masa kontrak.</p>
<p>Sampai di situ sama. Tapi, <em>no claim bonus</em> secara syariah tidak halal karena sistemnya adalah konvensional di mana di dalamnya masih ada <em>gharar, maisyir</em>, dan <em>riba.</em> Sedangkan yang &#8216;bagi hasil&#8217; karena sistemnya pakai syariah maka dia halal.</p>
<p>Kalau saya boleh kasih ilustrasi, kira-kira yang <em>no claim bonus</em> itu identik dengan ayam goreng yang dipelintir (tidak dipotong dengan membaca bismillah) maka haram, sedangkan &#8216;bagi hasil&#8217; di syariah adalah ayam goreng yang dipotong dengan membaca bismillah maka halal. Rasanya memang bisa sama, tapi prosesnya yang berbeda.</p>
<p>Sumber: Republika, 25 Juli 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/07/indonesia-kiblat-asuransi-syariah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
