<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ASURANSI TAKAFUL INDONESIA - Asuransi Murni Syariah &#187; Marketing</title>
	<atom:link href="http://asuransitakaful.net/category/marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asuransitakaful.net</link>
	<description>Berasuransi Syariah jadi Mudah !</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 03:29:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Takaful Raih Asuransi Syariah Terbaik 2009</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/09/takaful-raih-predikat-asuransi-syariah-terbaik-2009/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/09/takaful-raih-predikat-asuransi-syariah-terbaik-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 08:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi Takaful Keluarga mengokohkan posisinya sebagai perusahaan asuransi jiwa syariah terbaik di Indonesia dengan meraih penghargaan Asuransi Syariah Terbaik 2009.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asuransi Takaful Keluarga mengokohkan posisinya sebagai perusahaan asuransi jiwa syariah terbaik di Indonesia dengan diberikannya penghargaan sebagai asuransi jiwa syariah terbaik 2009 (Best Syariah Insurance 2009) oleh majalah Investor. Penghargaan ini menambah deretan prestasi serupa yang telah diraih Takaful di tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Dewan juri Best Syariah 2009 majalah Investor terdiri dari Adiwarman Azwar Karim (Presdir Karim Business Consulting), Syakir Sula (Ketua International Islamic Insurance Society), dan Josep Ginting (Komisaris PT Batavia Prosperindo Sekuritas). Pemeringkatan yang dilakukan oleh dewan juri difokuskan pada penilaian kinerja keuangan perusahaan.</p>
<p>Asuransi Takaful Keluarga adalah asuransi yang beroperasi secara murni syariah sejak 15 tahun lalu. Sebagai pelopor asuransi syariah, Takaful berkomitmen untuk terus mensosialisasikan prinsip-prinsip universal Islam diantaranya keadilan, profesionalitas, amanah dan  menguntungkan.</p>
<p>Sistem pemasaran agency yang diterapkan Takaful memungkinkan seluruh masyarakat yang concern dengan sistem syariah untuk terlibat secara aktif mensosialisasikan produk syariah sekaligus memperoleh penghasilan yang berkah dan menguntungkan. Keterangan lebih lanjut dapat dibaca <a href="http://asuransitakaful.net/sistem-agency-takaful/">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/09/takaful-raih-predikat-asuransi-syariah-terbaik-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketer Syariah Harus Menguasai Bisnis Syariah</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/05/marketer-syariah-harus-menguasai-bisnis-syariah/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/05/marketer-syariah-harus-menguasai-bisnis-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 04:57:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agen Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Memasarkan produk syariah butuh marketer syariah. Apa jadinya jika marketer syariah gagal dalam memasarkan produk syariah. Tentunya pertumbuhan bisnis dan aset bisnis syariah tak pernah naik kelas.
Maka dari itu Darmawati salah satu the top marketer di PT Asuransi Takaful Indonesia, memberikan saran diperlukan perubahan cara berpikir, bahwa dalam mengembangkan bisnis syariah ini bukan hanya sekedar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memasarkan produk syariah butuh marketer syariah. Apa jadinya jika marketer syariah gagal dalam memasarkan produk syariah. Tentunya pertumbuhan bisnis dan aset bisnis syariah tak pernah naik kelas.<span id="more-377"></span></p>
<p>Maka dari itu <strong>Darmawati </strong>salah satu<em> the top marketer </em>di PT Asuransi Takaful Indonesia, memberikan saran diperlukan perubahan cara berpikir, bahwa dalam mengembangkan bisnis syariah ini bukan hanya sekedar memperoleh uang saja tapi lebih dari itu, untuk mendapatkan keridhoan dari Allah. Tidak hanya itu, marketer syariah juga harus mampu menguasai dan memahami bisnis syariah secara utuh.</p>
<div id="attachment_386" class="wp-caption alignleft" style="width: 168px"><img class="size-full wp-image-386" title="Darmawati" src="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2009/05/pasfoto-2.jpg" alt="Darmawati" width="158" height="203" /><p class="wp-caption-text">Darmawati</p></div>
<p>Untuk mengetahui secara jauh, alasan yang dikemukakan oleh the top marketer PT Takaful Indonesia ini, Agus Yuliawan berbincang-bincang dengan Darmawati di Gedung Jaya – Jakarta. Berikut perbincangannya:</p>
<p><em><strong>Sebenarnya apa yang melatar belakangi Anda tertarik dalam marketer syariah? </strong></em></p>
<p>Menjadi marketer syariah merupakan hal yang sangat baru di dunia marketing dewasa ini, munculnya marketer syariah seiring dengan perkembangan bisnis syariah yang  berkembang saat ini.  Salah satu ketertarikan saya dalam mengembangkan marketing syariah, saya ingin bekerja bukan sekedar memperoleh uang saja tapi ada nilai-nilai pahala yang saya raih. Itulah yang menjadikan alasan saya, kenapa saya memilih menjadi marketing syariah.</p>
<p><em><strong>Apa yang diajarkan dalam marketing syariah? Sehingga Anda tertarik menjadi marketer syariah? </strong><br />
</em><br />
Banyak hal,  dalam marking syariah kita harus jujur dan transparan, tak boleh membohongi  dan tak boleh melakukan marketing dengan cara  menghalalkan segala cara. Prinsip-prinsip inilah yang sebenarnya digunakan dalam marketing syariah.</p>
<p><strong><em>Selama berproses sulitkah Anda menjadi marketer syariah?</em></strong></p>
<p>Sangat sulit. Tapi dengan penuh keyakinan saya bisa melaksanakan marketing syariah tersebut.</p>
<p><strong><em>Menjadi marketer syariah, menurut Anda apakah harus berkerja di perusahaan bisnis syariah? </em></strong></p>
<p>Saya rasa tidak. Menjadi marketer syariah tidak harus di lembaga bisnis syariah, tapi di lembaga konvensional juga bisa, asalkan si marketer tersebut dalam bekerja menggunakan pendekatan syariah, yaitu jujur dan tak melakukan pelanggaran agama. Tentu saja produk yang dijual juga harus memenuhi kriteria yang diperbolehkan dalam Islam. Jadi tidak ada istilahnya &#8220;rentenir syariah&#8221; atau &#8216;marketer bir syariah&#8221; karena jelas-jelas produk yang dijualnya ribawi dan diharamkan agama.</p>
<p><strong><em>Jadi tidak harus bekerja di perusahaan syariah?</em></strong></p>
<p>Benar. Semua kembali pada sikap pribadi masing-masing. Broker rumah misalnya. Meskipun perusahaan broker tempat ia bekerja tidak ada embel-embel syariahnya, si penjual dapat disebut marketer syariah selama ia menjalankan profesinya dengan menjunjung etika dan nilai-nilai universal yang diajarkan Islam.</p>
<p><strong><em>Selama Anda menjadi marketing syariah adakah klien yang menolak Anda?</em></strong></p>
<p>Tidak, mereka justru sangat senang sekali saya bersikap demikian dan akhirnya mereka bukan saya anggap sekedar klien saja tapi juga mempererat persaudaraan diantara kami.</p>
<p><strong><em>Seiring dengan bisnis syariah yang berkembang saat ini. Mengapa para marketer syariah kurang produktif dalam mengejar target yang dibebankan?<br />
</em></strong><br />
Saya melihat mereka belum memiliki rasa percaya diri (PD) dalam memasarkan produk syariah, mereka sudah merasa bahwa produk syariah kalah jauh denagn produk konvensional. Padahal jika kita bedah produk syariah tersebut secara dalam mampu mengungguli dengan produk konvensional yang ada selama ini.</p>
<p><strong><em>Jika demikian sebenarnya apa yang menjadikan kesalahan dari para makerer syariah selama ini ?<br />
</em></strong><br />
Saya rasa yang menjadikan permasalahan bagi para makerter syariah selama ini adalah lebih pada kemampuan penguasaan dalam menawarkan produk sangat lemah di samping itu rasa percaya diri mereka juga sangat lemah.</p>
<p><strong><em>Untuk menjembatani beban psikologis tersebut, sebagai seorang marketer di dunia asuransi syariah. Apa saran buat mereka?</em></strong></p>
<p>Saran saya buat mereka adalah diperlukan perubahan cara berfikir mereka, bahwa dalam mengembangkan bisnis syariah ini bukan hanya sekedar memperoleh uang saja tapi lebih dari itu, untuk mendapatkan keridhoan dari Allah. Kemudian marketer syariah harus mampu menguasai dan memahami bisnis syariah secara utuh. Jika mereka setengah-setengah dalam memahami bisnis syariah, akan sangat kesulitan bagi mereka dalam mengembangkan marketing syariah.</p>
<p><strong><em>Selama menjadi marketer syariah apa kata kunci yang Anda berikan selama ini? </em></strong></p>
<p>Kata kunci yang selalu saya berikan pada klien adalah bahwa kehadiran saya adalah membantu mereka dalam merencanakan investasinya dan sekaligus mengarahkan bisnis yang diridhoi oleh Allah SWT.</p>
<p><em>(Sumber: <a href="http://www.pkesinteraktif.com/content/view/4990/32/lang,en/">PKES Interaktif )<br />
</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/05/marketer-syariah-harus-menguasai-bisnis-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hermawan Kartajaya : Ekonomi Islam itu Adil dan Indah</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/03/hermawan-kartajaya-ekonomi-islam-itu-adil-dan-indah/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/03/hermawan-kartajaya-ekonomi-islam-itu-adil-dan-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 06:33:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Guru marketing Hermawan Kartajaya sudah beberapa lama bergaul dengan praktisi keuangan syariah. Ia mulai fasih mengatakan ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin. Beragama Katolik, Hermawan malah berniat ikut dalam mengembangkan nilai marketing Islami. Berikut petikan wawancara sesaat setelah peluncuran buku Sharia Marketing di Jakarta pekan lalu.
Sebetulnya apa beda marketing syariah dan konvensional ?
Dalam dunia marketing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Guru marketing Hermawan Kartajaya sudah beberapa lama bergaul dengan praktisi keuangan syariah. Ia mulai fasih mengatakan ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin. Beragama Katolik, Hermawan malah berniat ikut dalam mengembangkan nilai marketing Islami. Berikut petikan wawancara sesaat setelah peluncuran buku Sharia Marketing di Jakarta pekan lalu.</p>
<p><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">Sebetulnya apa beda marketing syariah dan konvensional ?</span></p>
<p>Dalam dunia marketing itu ada istilah kelirumologi. Itu lho sembilan prinsip yang disalah artikan. Misalnya marketing diartikan untuk membujuk orang belanja sebanyak-banyaknya. Atau marketing yang yang pada akhirnya membuat kemasan sebaik-baiknya padahal produknya tidak bagus. Atau membujuk dengan segala cara agar orang mau bergabung dan belanja. Itu salah satu kelirumologi ( merujuk istilah yang dipopulerkan Jaya Suprana). Marketing syariah itu mengajarkan orang untuk jujur pada konsumen atau orang lain. Nilai syariah mencegah orang (marketer) terperosok pada kelirumologi itu tadi. Ada nilai-nilai yang harus dijunjung oleh seorang pemasar. Apalagi jika ia Muslim.</p>
<p><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">Apakah nilai marketing syariah bisa diterapkan umat lain?</span></p>
<p>Lha ya nilai Islam itu universal. Rahmatan lil alamin. Begitu kan istilahnya. Nabi Muhammad itu menyebarkan ajaran Islam pasti bukan hanya untuk umat Islam saja. Jadi tidak apa-apa jika nilai marketing syariah ini inisiatif orang Islam supaya bisa menginspirasikan orang lain. Makin banyak non-Muslim yang ikut menerapkan nilai ini, makin bagus. Saya ikut mengendorse marketing syariah. Soal jujur itu kan universal. Jadi marketing syariah harus diketahui orang lain dalam rangka rahmatan lil alamin itu.</p>
<p><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">Apa nilai inti marketing syariah ?</span></p>
<p>Integrity atau tak boleh bohong. Transparansi. Orang kan tak boleh bohong. Jadi orang membeli karena butuh dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, bukan karena diskonnya. Itu jika konsep marketing dijalankan secara benar.</p>
<p><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">Bagaimana muasal perkembangan nilai spiritual dalam marketing ?</span></p>
<p>Sejalan dengan perkembangan dunia. Setelah September attack, orang melihat IQ dan EQ saja tidak cukup. Harus ada SQ, spiritual quotient.</p>
<p><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">Orang melihat apakah nilai marketing syariah ini akan bertahan?</span></p>
<p>Ya pasti sustain. Karena prinsip dasarnya kejujuran. Ini yang dibutuhkan semua orang. Apalagi setelah kasus seperti Enron, Worldcom dan lainnya. Orang melihat bisnis itu harus jujur.</p>
<p><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">Lalu di mana peran ilmu marketing dalam konsep syariah ?</span></p>
<p>Syariah meng-endorse marketing dan marketing mengendorse syariah. Ilmu marketing menyumbangkan profesionalitas dalam syariah. Karena jika orang marketing tidak profesional, orang tetap tidak percaya. Lihat saja bagaimana investor Timur Tengah belum mau investasi di Indonesia, meski negara ini populasinya mayoritas Muslim. Karena mereka tidak yakin dengan profesionalitas kita. Jadi, jujur saja tidak cukup.<br />
<span style="font-style: italic; font-weight: bold;"><br />
Bukankah nilai kejujuran dan transparansi itu diajarkan semua agama ?</span></p>
<p>Ya. Memang semua agama mengajarkan nilai itu. Tapi jangan lupa bahwa Islam itu rahmatan lil alamin. Jadi, ada titik singgung. Bukankah lebih baik mencari yang serupa dari pada memperkarakan yang berbeda. Jika begitu hidup kita damai. Menurut saya, tak mengapa kita sebut marketing syariah. Karena mayoritas populasi di Indonesia itu Muslim. Jadi nilai syariah yang kita kedepankan. Kita mulai di sini, di Indonesia. Ada bagusnya jika yang mengendorse itu orang Islam, bukan yang lain.</p>
<p><span style="font-style: italic;"><span style="font-weight: bold;">Setelah nilai spiritual konsep apa lagi yang akan mengemuka dalam dunia bisnis ?</span><br />
</span><br />
Millenium. Orang mencari keseimbangan. Maksudnya orang berbisnis itu harus menjaga kelangsungan alam, tidak merusak lingkungan. Berbisnis juga ditujukan untuk menolong manusia yang miskin dan bukan menghasilkan keuntungan untuk segelintir orang saja. Nilai-nilai ini ke depan akan mengemuka. Sekarang pertemuan para praktisi marketing mulai mengarah ke sana.</p>
<p><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">Setelah mengenal Islam, apa pendapat Anda tentang nilai yang diajarkan ?</span></p>
<p>Islam agama yang universal dan komprehensif. Guidance-nya lengkap. Ada petunjuk untuk seorang pedagang, kepala negara, seorang anak, panglima perang dan semuanya. Ada diatur secara lengkap. Di atas semua itu saya melihat Islam itu ajaran yang damai dan indah. Ajaran Islam bisa dipakai semua orang. Itu kesan saya dan mengapa saya mau mempelajari nilai Islam untuk dikembangkan dalam konsep marketing. Saya sekarang menjadi aktivis lingkungan dan nilai-nilai.(Sumber: Harian Republika)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/03/hermawan-kartajaya-ekonomi-islam-itu-adil-dan-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

