<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ASURANSI TAKAFUL INDONESIA - Asuransi Murni Syariah &#187; Asuransi Jiwa Syariah</title>
	<atom:link href="http://asuransitakaful.net/category/asuransi-jiwa-syariah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asuransitakaful.net</link>
	<description>Berasuransi Syariah jadi Mudah !</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 03:29:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Tingkatkan Layanan Kepada Peserta, Takaful Gandeng Bank Muamalat</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2012/01/tingkatkan-layanan-kepada-peserta-takaful-gandeng-bank-muamalat/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2012/01/tingkatkan-layanan-kepada-peserta-takaful-gandeng-bank-muamalat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 03:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Kerjasama PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) dengan Bank Muamalat, Tbk akan memudahkan transaksi pembayaran premi peserta asuransi Takaful Keluarga. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bisnis asuransi hingga kini masih menjadi komoditas masyarakat menengah atas, untuk mereka yang berekonomi kecil belum tersentuh asuransi. Di satu sisi, pasar di sektor ini cukup besar.</p>
<p>Peluang pasar ini akan diisi oleh PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga), yang bekerjasama dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang nota kesepahamannya ditandatangani akhir Desember 2011 di Kantor Pusat Bank Muamalat.</p>
<p>Direktur Takaful Keluarga, Ronny Achmad Iskandar mengaku, mulai tahun 2012 pihaknya akan fokus ke sektor ritel. Untuk mendorong hal tersebut, perseroan akan meningkatkan peran agen dalam menambah pundi-pundi perolehan premi perseroan pada 20012. Langkah tersebut kita lakukan dengan melakukan traning dan pengembangan agen.</p>
<p>Mengingat tambahnya, saat ini kualitas agen perseroan dalam memperoleh premi baru mencapai 25 persen. Padahal, saat ini kontribusi agen dalam total premi mencapai 40 persen.</p>
<p>Di satu sisi, lanjutnya, perseroan untuk tahun 2012 akan menggenjot pertumbuhan premi di sektor ritel tiga kali lipat perolehan premi di sektor ritel. &#8220;Tahun depan target pemegang polis di sektor ritel (individual) harus mencapai 200 ribuan atau tumbuh tiga kali lipat dari saat ini yang mencapai 80 ribu,&#8221; ujar Ronny seraya menambahkan, targetkan premi tahun depan bisa mencapai Rp1 triliun.</p>
<p>Jumlah tersebut lanjutnya, meningkatkan 173,9 persen bila dibandingkan dengan periode sama tahun ini yang diproyeksikan mencapai Rp365 miliar. Saat ini Takaful Keluarga memiliki channel distribusi ritel sebanyak 80 ribu, bancasurance 500 ribu, dan korporasi 1 juta peserta. Dari channel distribusi tersebut, perolehan premi yang berhasil dihimpun perseroan hingga November telah mencapai Rp328 miliar atau tumbuh 20 persen dibanding tahun 2010.</p>
<p>Menurut Ronny, hingga November 2011, Takaful memiliki 5.700 agen dan baru berkontribusi 40 persen dari total perolehan premi. Untuk tahun 2012 pihak perseroan akan menambah hingga 10 ribu agen, sehingga kontribusi agen bisa mencapai 60 persen terhadap total pendapatan premi.</p>
<p>Sementara secara terpisah Kepala Divisi Marketing Takaful, Agus Hermawan mengatakan, kerjasama PT Asuransi Takaful Keluarga dengan Bank Muamalat, untuk memudahkan transaksi pembayaran premi asuransi. Kerjasama ini ditargetkan bisa memperluas pasar kedua pihak. Maksudnya, semua pemegang polis produk asuransi ritel dapat membayar premi melalui layanan Bank Muamalat. Dengan kemudahan ke nasabah, Takaful menargetkan ada 50 persen dari pemegang polis yang menggunakan layanan Muamalat pada tahun depan.</p>
<p>&#8220;Layanan kerjasama ini akan memudahkan pemegang polis membayar premi. Kita harapkan mereka bisa semakin loyal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dikatakan, layanan pembayaran di Bank Muamalat untuk pemegang polis Takaful sementara hanya dapat dilayani melalui teller. Namun, pada Februari 2012, layanan pembayaran premi dapat dilakukan melalui ATM Muamalat. Nantinya, layanan itu akan diperluas melalui ATM yang bekerjasama dengan Muamalat.</p>
<p>Hal tersebut diakui Direktur Ritel Bank Muamalat, Adrian A Gunadi yang mengatakan, dalam hal memudahkan layanan, Takaful perlu bersinergi dengan bank. Dalam hal ini, Bank Muamalat pun menargetkan, mendapat nasabah baru dari pemegang polis Takaful. Sekitar 50 persen atau sebanyak 40 ribu pemegang polis Takaful, diharapkan menjadi nasabah baru Bank Muamalat.</p>
<p>&#8220;Kita mengharapkan kerjasama ini akan meningkatkan pengendapan dana di Bank Muamalat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dijelaskan, Bank Muamalat juga menargetkan peningkatan fee based income (FBI) hingga 30 persen. Dari target itu, 15 persen diharapkan berasal dari mitra pembayaran. Selain dari kerja sama pembayaran, peningkatan FBI akan digenjot dari cash management, internet banking, dan layanan pembayaran lainnya.</p>
<p>Untuk meningkatkan DPK dari layanan pembayaran, Bank Muamalat akan meningkatkan jumlah ATM. Tahun depan, jumlah ATM akan ditambah 200 unit, menjadi 750 unit di tahun 2012.</p>
<p><em>Sumber: Harian Terbit , 2 Januari 2012</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2012/01/tingkatkan-layanan-kepada-peserta-takaful-gandeng-bank-muamalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Keluarga Fokus Menggarap Segmen Ritel</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2012/01/takaful-keluarga-fokus-menggarap-segmen-ritel/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2012/01/takaful-keluarga-fokus-menggarap-segmen-ritel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 02:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=790</guid>
		<description><![CDATA[“Takaful Keluarga fokus di segmen ritel di tahun 2012,“ kata Presiden Direktur Takaful Keluarga Trihadi Deritanto.  Bahkan, Takaful Keluarga siap menggenjot pertumbuhan di segmen ritel hingga tiga kali lipat di 2012 dibandingkan di 2011.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun ini, industri asuransi diprediksi masih akan mengalami tren positif seperti 2011 lalu. Produk asuransi unit link, yang menggabungkan layanan proteksi dan investasi sekaligus, diyakini tumbuh menjanjikan seiring tren positif yang terjadi di pasar modal Tanah Air.</p>
<p>Pengamat Asuransi, Munir Sjamsoeddin mengatakan, di tahun ini potensi bisnis asuransi masih akan tumbuh.<br />
“Jadi masih akan tumbuh positif seiring pasar modal yang juga masih membaik. Kalau pasar modal membaik, ya unit linked akan mengikuti,“ kata Munir.</p>
<p>Sejumlah perusahaan asuransi sangat yakin kalau bisnis di 2012 ini akan lebih baik dari tahun lalu. Untuk itu, mereka akan melebarkan sayapnya dan gencar melakukan promosi kepada masyarakat. PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga), misalnya, menyatakan siap melakukan manuver bisnisnya di 2012. Takaful Keluarga akan membidik segmen pasar ritel untuk meningkatkan preminya.</p>
<p>Presiden Direktur PT Asuransi Takaful Keluarga, Trihadi Deritanto mengatakan, pihaknya membidik pangsa pasar ritel. “Kita fokus di segmen ritel di tahun 2012,“ kata Trihadi. Bahkan, Takaful Keluarga siap menggenjot pertumbuhan di segmen ritel hingga tiga kali lipat di 2012 dibandingkan di 2011.</p>
<div id="attachment_799" class="wp-caption alignleft" style="width: 475px"><a href="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2012/01/Menggarap-segmen-ritel.jpg"><img class="size-full wp-image-799" title="Petugas Takaful Melayani Peserta" src="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2012/01/Menggarap-segmen-ritel.jpg" alt="" width="465" height="220" /></a><p class="wp-caption-text">Petugas Takaful Melayani Peserta</p></div>
<p>Tahun ini, Takaful Keluarga menargetkan jumlah pemegang polis di segmen ritel (individual) akan menembus angka 240 ribu. Saat ini jumlah pemegang polis Takaful Keluarga di sektor ritel baru mencapai 80 ribu. Diharapkan dengan meningkatnya segmen ritel, aset dan likuiditas, Takaful Keluarga bisa lebih terjamin ketimbang menggantungkan pada segmen korporasi.</p>
<p>Hingga November 2011, jalur korporasi Takaful Keluarga berhasil menjaring sebanyak satu juta nasabah. Sedangkan jalur pemasaran bancassurance hingga November 2011 mencapai 500 ribu nasabah. “Di tahun 2012, target di jalur ritel memang paling besar dibandingkan bancassurance dan korporasi,“ ujar Trihadi kepada Republika di Jakarta, pekan lalu. Pasalnya, lanjut dia, produk ritel memiliki tenor yang lebih panjang dengan jumlah nasabah lebih banyak.</p>
<p>Selain konsentrasi menggarap sektor ritel, Takaful Keluarga juga akan menyasar pangsa pasar yang lebih emosional, mengingat semakin ketatnya persaingan di industri asuransi nasional. Selama ini, kata Trihadi, perusahaan asuransi yang ada di Tanah Air lebih berkutat kepada 8-9 persen pangsa pasar yang ruang lingkupnya itu-itu saja.</p>
<p>Takaful Keluarga menargetkan pendapatan premi pada 2012 mencapai Rp 1 triliun atau meningkat 179 persen dibandingkan target 2011 sebesar Rp 365 miliar. “Kami akan memperbesar segmen ritel untuk mencapai target tersebut,“ ujar Direktur Operasional Takaful Keluarga, Ronny A Iskandar usai penandatanganan kerja sama dengan PT Bank Muamalat Tbk.</p>
<p>Perseroan akan menambah agen asuransi yang saat ini berjumlah 5.700 orang menjadi 10 ribu orang guna memperkuat segmen ritel demi mencapai target pendapatan premi 2012. Ronny menjelaskan, penambahan jumlah agen ini, juga akan diimbangi dengan peningkatan active ratio. November lalu, active ratio agen asuransi hanya 25 persen. Pada tahun 2012, mereka menargetkan active ratio bisa meningkat hingga 40 persen.</p>
<p>Dengan adanya penambahan agen asuransi ini, perseroan berharap bisa meningkatkan jumlah pemegang polis menjadi 240 ribu orang pada 2012. Ronny mengatakan, dengan meningkatkan segmen ritel, aset dan likuiditas, perseroan bisa lebih terjamin ketimbang menggantungkan pada segmen korporasi. “Produk ritel memiliki tenor yang lebih panjang dengan jumlah nasabah yang lebih banyak,“ jelas Ronny.</p>
<p>Sumber: Republika, 9 Januari 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2012/01/takaful-keluarga-fokus-menggarap-segmen-ritel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Raih Best Brand Champion 2011</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2011/10/takaful-raih-best-brand-champion-2011/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2011/10/takaful-raih-best-brand-champion-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 02:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah Terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[PT. Asuransi Takaful Keluarga berhasil meriah penghargaan “Indonesia Brand Champion 2011" kategori The Best Customer Choice of Islamic Life Insurance" dari MarkPlus, Inc.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PT. Asuransi Takaful Keluarga (ATK) mengokohkan posisinya sebagai perusahaan asuransi syariah terbaik dan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dengan diberikannya penghargaan “Indonesia Brand Champion 2011&#8243; kategori The Best Customer Choice of Islamic Life Insurance&#8221;oleh MarkPlus. Penghargaan ini menambah deretan prestasi yang telah diraih Takaful di tahun-tahun sebelumnya.</p>
<div><a href="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2011/10/Markplus-Marketeers-Award-2011-Takaful-as-Indonesia-Brand-Champions-2011-resize-60.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-743" title="Markplus-Marketeers Award 2011-Takaful as Indonesia Brand Champions 2011-resize 60" src="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2011/10/Markplus-Marketeers-Award-2011-Takaful-as-Indonesia-Brand-Champions-2011-resize-60.jpg" alt="Takaful Raih Indonesia Brand Champions 2011" width="377" height="267" /></a></div>
<p>Dalam menjalankan operasional perusahaan, Takaful berpegang pada kaidah-kaidah syariah sehingga nuansa Islami mewarnai seluruh aktivitas perusahaan dan pengembangan SDM serta pelatihan bagi seluruh agen-agennya.</p>
<p>Sebagai pelopor asuransi syari’ah, Takaful berkomitmen untuk senantiasa melakukan perbaikan berkelanjutan <em>(continuous improvement)</em> agar senantiasa dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. ﻿ (fin)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2011/10/takaful-raih-best-brand-champion-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aset Asuransi Syariah Naik Rp 1 Triliun</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/12/aset-asuransi-syariah-naik-rp-1-triliun/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/12/aset-asuransi-syariah-naik-rp-1-triliun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 09:07:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=714</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi syariah kian berkibar dan dibutuhkan masyarakat. Dari sisi aset, per September 2010 aset asuransi syariah naik Rp 1 triliun dari akhir tahun lalu, menjadi Rp 4 triliun.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asuransi syariah kian berkibar. Dari sisi aset, kata Kepala Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Isa Rachmatawarta, per September 2010 juga naik Rp 1 triliun dari akhir tahun lalu.</p>
<p>Total aset asuransi syariah pada Desember 2009 tercatat Rp 3 triliun, tapi per September 2010 asetnya telah <strong>menjadi 4 triliun</strong> atau 1,9 persen dari total aset seluruh asuransi Rp 214 triliun. “Untuk aset asuransi kerugian yang akhir tahun lalu Rp 902 miliar sekarang sudah menembus Rp 1 triliun, yaitu Rp 1,1 triliun. Sedangkan aset asuransi jiwa syariah per September sebesar Rp 2,9 triliun,” tambahnya.</p>
<p>Isa menambahkan pertumbuhan asuransi syariah yang cukup baik hingga kuartal III tahun ini setidaknya akan dapat berlanjut hingga tahun depan. Pertimbangan prediksi ini, katanya, menilik dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan tetap positif di tahun depan.</p>
<p>Sementara, lanjutnya, di sisi klaim asuransi syariah juga mengalami peningkatan dari akhir tahun lalu. Isa memaparkan untuk asuransi jiwa syariah hingga September tercatat klaim Rp 703,7 miliar, dan asuransi kerugian dan reasuransi Rp 286,4 miliar. Di akhir 2009 klaim asuransi jiwa syariah sebesar Rp 596,4 miliar dan asuransi kerugian Rp 236,3 miliar.</p>
<p>“Dari klaim ini bisa dilihat partisipasi asuransi syariah dalam memberi santunan kepada pengguna jasa asuransi mulai meningkat, kita harapkan kontribusi klaim asuransi syariah sampai akhir tahun ini bisa 2,5 persen terhadap total klaim industri asuransi nasional,” ujar Isa. Pangsa klaim asuransi syariah hingga September 2010 sebesar 2,33 persen dari total klaim Rp 42,4 triliun.</p>
<p><em>Sumber: www.takaful.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/12/aset-asuransi-syariah-naik-rp-1-triliun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Raih &#8220;Best Life Insurance Company 2010&#8243;</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/07/takaful-raih-best-life-insurance-company-2010/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/07/takaful-raih-best-life-insurance-company-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 07:51:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi terbaik 2010]]></category>
		<category><![CDATA[best life insurance 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Takaful mengokohkan posisinya dalam kancah asuransi di Indonesia sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia dengan diberikannya penghargaan "Best Life Insurance Company" (Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik) 2010.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PT. Asuransi Takaful Keluarga (ATK) mengokohkan posisinya dalam kancah asuransi di Indonesia sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia dengan diberikannya penghargaan &#8220;Best Life Insurance Company&#8221; (Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik) oleh majalah Media Asuransi. Penghargaan ini menambah deretan prestasi yang telah diraih Takaful di tahun-tahun sebelumnya. Penghargaan diserahkan di Jakarta pada bulan Juni 2010.</p>
<p>Dalam jajaran perusahaan dengan kategori modal sendiri (Equity) Rp 100 Milyar &#8211; 250 Milyar, Takaful berada dalam kelompok perusahaan asuransi jiwa terbaik bersama PT. Asuransi Jiwa Sequis Financial dan PT. BNI Life Insurance.</p>
<p>Uniknya, pemeringkatan yang dilakukan oleh LRMA (Lembaga Riset Media Asuransi) ini dilakukan tanpa memandang apakah perusahaan asuransi tersebut adalah asuransi konvensional atau asuransi syari&#8217;ah. Keberhasilan Takaful sebagai satu-satunya perusahaan asuransi syariah yang mendapat penghargaan terbaik, membuktikan bahwa sistem murni syari&#8217;ah Takaful yang dikelola dengan baik dan profesional, mampu bersaing dengan perusahaan asuransi konvensional dalam hal pengelolaan keuangan.</p>
<p><a href="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2010/07/Takaful-Best-Life-Insurance-2010-watermark-half.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-693" title="Takaful - Best Life Insurance 2010 - Asuransi Jiwa Terbaik 2010" src="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2010/07/Takaful-Best-Life-Insurance-2010-watermark-half.jpg" alt="Asuransi Jiwa Terbaik 2010" width="202" height="288" /></a></p>
<p>Pemeringkatan yang didasarkan pada laporan keuangan tahun 2009 ini, memperlihatkan pertumbuhan aset Takaful menjadi Rp 703,033 Milyar atau naik hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sementara investasi perusahaan meningkat menjadi Rp 437,115 Milyar atau satu setengah kali dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Sebagai pelopor asuransi syari&#8217;ah, Takaful berkomitmen untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. ﻿ (fin)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/07/takaful-raih-best-life-insurance-company-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takafulink Salam Terbit</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/05/takafulink-salam-terbit/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/05/takafulink-salam-terbit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 02:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=671</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi Takaful meluncurkan produk Takafulink Salam. Keamanan dana investasi dikawal oleh regulasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.  Kemurnian syariahnya dijaga oleh Dewan Pengawas Syari'ah (DPS).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK)</strong> melakukan inovasi pengembangan produk unitlink bernama Takafulink Salam. Meskipun produk baru, target perolehan premi sebesar Rp 70 miliar hingga akhir tahun ini.</p>
<p>Direktur Utama ATK, Agus Edi Sumanto, mengatakan, produk Takafulink dan Takafulink Alia dirasa semakin mapan <em>(established) </em>sehingga dimungkinkan melakukan pengembangan-pengembangan. ‘’Tujuannya memberikan manfaat lebih kepada peserta sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sebuah produk asuransi. Keuntungan lain adalah investasi yang dapat memberikan manfaat perlindungan kepada peserta pada masa pensiun,’‘ kata Agus saat soft launching produk Takafulink Salam di Jakarta, Ahad (9/5).</p>
<p>Agus menjelaskan, Takafulink Salam adalah produk investasi dengan jenis investasi campuran, dimana peserta dapat memilih sendiri porsi investasi, baik berbasis fixed income, balance fund, maupun ekuitas. Produk Takafulink Salam menawarkan beberapa pilihan investasi, yaitu Takaful Istiqomah, Mizan, dan Ahsan.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;- <em>Ingin tahu simulasi Takafulink Salam? Klik <a href="../ilustrasi/takafulink-salam/">disini </a>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Dua pilihan investasi pertama masing-masing menempatkan dana nasabah pada pasar uang syariah, instrumen pendapatan tetap berbasis syariah, serta instrumen uang syariah. Sementara itu, Takaful Ahsan akan menempatkan dana peserta pada instrumen saham atau pasar uang syariah.</p>
<p>‘’Dengan beragam pilihan investasi tersebut, kita membidik masyarakat menengah ke atas yang memiliki background investasi lebih. Bukan berarti segmen lainnya tidak boleh mengambil,’‘ ungkap Agus.  Dari produk unit link Takaful saat ini, sebagian besar investasinya tercampur antara mixed balance fund dan ekuitas dengan lebih dari 70 persen.</p>
<p>Seiring dengan kondisi makro perekonomian yang mulai pulih serta pertumbuhan kinerja unitlink pada awal 2010 yang perlahan semakin tumbuh usai krisis ekonomi, Agus optimistis produk Takafulink Salam akan dapat berkembang baik pada tahun ini. Untuk pemasarannya, ATK akan mengandalkan agresivitas agennya yang berjumlah tiga ribu orang.</p>
<p><strong>Manfaat tambahan</strong></p>
<p>Agus menerangkan, Takafulink Salam juga memberikan manfaat perlindungan tambahan terhadap penyakit kritis, kehilangan fungsi anggota tubuh, serta cash plan.  Ketiga hal itulah yang dipastikan dapat menggerogoti tabungan dan investasi yang dimiliki seseorang,  mengingat sebagian besar perusahaan asuransi tidak memberi perlindungan.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;- <em>Ingin tahu simulasi Takafulink Salam? Klik <a href="../ilustrasi/takafulink-salam/">disini </a>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Untuk menjaga keamanan dana investasi dan konsistensi di bisnis syariah, Takaful menggunakan dua filter, yakni regulasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Dengan dua filter itu, kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan dana ataupun kemurnian syariah dapat terjaga.</p>
<p>Menurutnya, ATK terus berkembang setiap tahunnya dengan pertumbuhan rata-rata 40 persen. Hingga akhir tahun ini, target premi ATK sebesar Rp 400 miliar. (ed: zaky ah)</p>
<p><em>Sumber: Republika, 10 Mei 2010</em></p>
<p><em>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
</em></p>
<p><em>Ingin tahu simulasi Takafulink Salam? Klik <a href="http://asuransitakaful.net/ilustrasi/takafulink-salam/">disini</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/05/takafulink-salam-terbit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Optimalkan Tiga Saluran Distribusi</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/01/takaful-optimalkan-tiga-saluran-distribusi/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/01/takaful-optimalkan-tiga-saluran-distribusi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 08:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agen Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi Takaful Keluarga (ATK) akan mengoptimalkan tiga saluran distribusinya pada 2010 ini. Pada tahun ini, ATK menargetkan raihan premi Rp 400 miliar. Portal agency disiapkan bagi agen untuk memonitor aktivitas secara online.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Asuransi Takaful Keluarga (ATK) akan mengoptimalkan tiga saluran distribusinya pada 2010 ini. Pada tahun ini, ATK menargetkan raihan premi Rp 400 miliar. Direktur Utama ATK, Agus Edi Sumanto, mengatakan saluran distribusi agensi, bancassurance, dan korporasi akan lebih ditingkatkan di 2010.</p>
<p>&#8221;Untuk agensi yang terkait individual akan kita optimalkan penuh. Kita siapkan portal agency jadi agen bisa akses tentang aktivitas produk secara online,&#8221; kata Agus, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Jumlah agen ATK saat ini sebanyak 2200 orang dan diharapkan dengan teknologi yang terus ditingkatkan jumlah agen dapat mencapai hampir 5000 orang. Dengan peningkatan agensi tersebut, maka pemasaran akan meluas, tak hanya terbatas pada kehadiran kantor cabang Takaful Indonesia saja. Agus mengungkapkan, untuk 2010 ini pihaknya juga akan meningkatkan kerja sama dengan PT Pos melalui online payment sehingga mempermudah nasabah dalam membayar premi.</p>
<p>&#8221;Misalnya saja Takaful punya cabang di Jawa Timur di Malang dan SUrabaya tapi ternyata banyak pemegang polis yang asalnya dari Madiun, karena itu kita kerja sama dengan PT Pos agar nasabah mudah menjangkau Takaful,&#8221; kata Agus.</p>
<p>Layanan ATK pun, ujar dia, diakses di seluruh kantor pos di Indonesia. Selain itu, tambahnya, ATK juga bekerja sama bidang penjualan produk melalui PT Pos.</p>
<p>&#8221;Ada tiga produk yang rencananya akan dijual melalui PT Pos tapi produk-produknya masih kita godok,&#8221; ujar Agus.</p>
<p>Sementara itu untuk bancassurance teknologinya juga akan ditingkatkan dengan sistem portal yang akan dipasang di berbagai mitra. Dengan demikian, akan mempercepat proses dan menjadi efisien.</p>
<p>Di sektor korporasi, ATK akan fokus meningkatkan produk asuransi kesehatan dan santunan hari tua. Saat ini ATK telah menghimpun premi sekitar Rp 250 miliar. Dari jumlah tersebut agensi berkontribusi sebesar 40 persen, sisanya berasal dari bancassurance dan korporat.</p>
<p>&#8221;Untuk 2010 porsi kontribusi dari individu (agensi) dan kumpulan (korporat dan bancassurance) setidaknya 50:50,&#8221; kata Agus.</p>
<p>Dengan agensi yang terus ditingkatkan di 2010, lanjutnya, porsi agensi diharapkan dapat berkontribusi sebesar 60 persen bagi total premi. Mengingat kondisi ekonomi yang kurang baik, ATK merevisi targetnya pada 2009 lalu menjadi Rp 255 miliar. Namun melihat kondisi ekonomi yang tampaknya akan mulai membaik pada 2010, Agus pun optimistis dapat mencapai target Rp 400 miliar pada 2010.</p>
<p>&#8221;Kami melihat setidaknya pada 2010 kondisinya sama dengan pada 2007 atau 2008 yang pertumbuhannya cukup baik,&#8221; kata Agus.</p>
<p><strong>Strategi Hadapi 2010</strong></p>
<p>* Asuransi Takaful Keluarga (ATK) akan meningkatkan saluran distribusi agensi, bancassurance, dan korporasi akan lebih ditingkatkan pada 2010.<br />
* Bancassurance adalah sistem layanan perbankan dan asuransi pada saluran yang sama. Untuk poin ini, ATK akan menyiapkan sistem portal yang akan dipasang dengan berbagai mitra.<br />
* Untuk agensi ATK, akan disiapkan portal agency sehingga agen bisa mengakses aktivitas produk secara online.<br />
* Jumlah agen ATK saat ini sebanyak 2200 orang dan diharapkan dengan teknologi yang terus ditingkatkan jumlah agen dapat mencapai hampir 5000 orang.<br />
* Kerja sama dengan PT Pos juga akan ditingkatkan. Dengan kerja sama ini, nasabah dapat membayar premi lewat online payment.<br />
* Layanan ATK pun dapat diakses di seluruh kantor pos di Indonesia.<br />
* PT Pos juga akan melayani penjualan produk. Saat ini ada tiga produk yang sedang diproses untuk dipasar lewat kantor pos.<br />
* Di sektor korporasi, ATK akan fokus meningkatkan produk asuransi kesehatan dan santunan hari tua.<br />
* Pada 2009, ATK menghimpun premi Rp 250 miliar. Dari jumlah ini, agensi menyumbang 40 persen dan 60 persen dari bancassurance dan korporat. Pada 2010, perimbangan diharapkan menjadi 50 persen dan 50 persen. Sedangkan pada 2011, diharapkan agensi menyumbang 60 persen dan sisanya dari  bancassurance dan korporat.<br />
* pada 2010, perimbangan diharapkan menjadi 50 persen dan 50 persen. sedangkan pada 2011, diharapka agensi menyumbang 60 persen dan sisanya dari bancassurance dan korporat.</p>
<p><em>Sumber: Republika, <em>Selasa, 05 Januari 2010 </em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/01/takaful-optimalkan-tiga-saluran-distribusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful Perluas Jangkauan, Tingkatkan Layanan</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/08/takaful-perluas-jangkauan-tingkatkan-layanan/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/08/takaful-perluas-jangkauan-tingkatkan-layanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 06:21:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Pola pemasaran dengan agensi memungkinkan Takaful mengajak masyarakat untuk menjadi mitra bisnis/entrepreneur. Artinya, Takaful ingin maju bersama masyarakat. Dengan pola ini, Takaful berharap dapat masuk ke seluruh lapisan masyarakat secara masif]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Asuransi Takaful Keluarga berharap bisa masuk ke seluruh lapisan masyarakat secara masif.</strong></p>
<p>Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang keuangan syariah. Selain karena jumlah penduduknya yang besar, yakni mencapai 225 juta jiwa, juga karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam. ‘’Sekitar 80 persen orang Indonesia beragama Islam. Karenanya, potensi pasar keuangan syariah di Indonesia sangat luar biasa,’’ ujar Presiden Direktur PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga), Agus Edi Sumanto.</p>
<p>Di samping itu, sistem keuangan syariah juga sedang mendapat perhatian masyarakat dan berbagai tokoh. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di belahan dunia lain. Hal ini terkait dengan krisis keuangan global yang terjadi akibat gagalnya sistem keuangan konvensional yang selama ini digunakan dan diagung-agungkan. Tak heran jika kemudian pemimpin umat Katholik, Paus Benedictus, pun memuji sistem keuangan syariah sebagai jalan keluar dari krisis yang menghancurkan perekonomian banyak negara ini.</p>
<p>Melihat besarnya potensi pasar dan timingyang mendukung, banyak lembaga keuangan syariah yang menggunakan momentum ini untuk memperluas pasar. Salah satunya adalah Takaful Keluarga. ‘’Pada Meilalu, ada suntikan dana segar sekitar Rp 64 miliar dari pemegang modal untuk meningkatkan kapital perusahaan,’’ ujar Agus Edi.</p>
<p>Sebelumnya, ia menjelaskan, Takaful Keluarga memiliki keterbatasan modal. Hal ini berimbas kepada terbatasnya upaya meningkatkan pasar. Fungsi sosialisasi pun belum berjalan dengan optimal. Bahkan, katanya, berdasarkan survei yang dilakukan, masih banyak masyarakat yang belum tahu mengenai Takaful. ‘’Dampak lainnya, jangkauan Takaful belum merata di Indonesia,’’ tambahnya.</p>
<p>Dengan adanya tambahan dana tersebut, Agus Edi berharap dapat memperkuat pondasi keuangan perusahaan. Sehingga perkembangan Takaful Keluarga dapat lebih dinamis, mendalam, dan luas. Ia mengibaratkan dengan membangun rumah. Kalau pondasinya kuat, maka pekerjaan membangun bagian lain akan jadi lebih mudah. Selain itu, penambah an modal ini sekaligus untuk memenuhi ketentuan regulasi dari pemerintah yang mewajibkan sebuah lembaga syariah memiliki modal minimal Rp 50 miliar.</p>
<p>Dengan adanya suntikan dana tersebut, setidak nya Takaful Keluarga akan fokus dalam dua hal, yaitu perluasan jangkauan dan peningkatan pelayanan. Perluasan jangkauan dilakukan dengan menyiapkan dan menambah armada penjualan.</p>
<p>Sebelumnya, kata Agus Edi, Takaful Keluarga menggunakan pola cabang. Tapi kini, upaya marketing dilakukan melalui pola agensi. ‘’Melalui pola agensi memungkinkan Takaful mengajak masyarakat luas untuk menjadi mitra bisnis/entrepreneur. Artinya, Takaful ingin maju bersama masyarakat. Dengan pola ini, kami berharap dapat masuk ke seluruh lapisan masyarakat secara masif,’’ ungkap Agus Edi.</p>
<p>Pola agensi dinilai dapat menjangkau masyarakat secara lebih baik dan lebih cepat. Karena, seorang agen bekerja untuk dirinya sendiri. Tidak sebagai karyawan Takaful. Sehingga agen tersebut dapat terus memotivasi dirinya untuk bekerja dengan lebih baik. Bahkan, biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat agensi lebih sedikit ketimbang harus membuat cabang baru di satu daerah.</p>
<p>Pola agensi memang terbukti. Hingga saat ini, pola yang baru dikembangkan sejak awal 2009 tersebut sudah memiliki 45 agensi di seluruh provinsi di Indonesia. Agus Edi mengakui, sebagian dari jumlah tersebut merupakan cabang yang dikonversi menjadi agensi. ‘’Kami memiliki 39 kantor pemasar semacam cabang di seluruh Indonesia. Sebagian sudah terkonversi menjadi agensi, dan sebagian lagi menyusul. Rencananya, pada 2010 seluruh kantor pemasar sudah terkonversi menjadi agensi,’’ paparnya.</p>
<p>Jumlah agen pun mengalami peningkatan. Di 2008, Takaful Keluarga memiliki sekitar 1.200 agen. Namun, sejak menggunakan pola agensi hingga saat ini, agennya meningkat menjadi 2.500 orang. Agus Edi menargetkan dapat mencapai angka tiga ribu hingga 3.500 di akhir tahun 2009.</p>
<p>Sebagai daya tarik, Takaful Keluarga pun memberikan berbagai bonus menarik. Mulai dari bonus bulanan berupa notebookdan uang tunai, hingga bonus tahunan berupa umrah. Agus Edi menjelaskan, bonus umrah diberikan selain sebagai bentuk apresiasi terhadap performa kerja, juga sebagai upaya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. ‘’Bekerja adalah ibadah. Makanya, akan lebih baik kalau disempurnakan dengan umrah dan haji,’’ ujarnya.</p>
<p>Tahun lalu, Takaful Keluarga memberikan hadiah kepada 33 agen terbaik. Tahun ini, harapan Agus Edi, kalau bisa lebih banyak lagi.</p>
<p>Sementara peningkatan pelayanan dilakukan dengan memperbaiki sistem teknologi informasi /IT.</p>
<p>Agus Edi menjelaskan, jika memiliki armada besar, teknologi menjadi sangat penting. Bidang ini harus selalu ditingkatkan sesuai dengan volume bisnis yang ada. ‘’Kami ingin meningatkan customer relation managementsehingga dapat menjadi lebih baik lagi,’’ jelas Agus Edi.</p>
<p>Tahun lalu Takaful Keluarga mengembangkan layanan pegingat jatuh tempo pembayaran premi melalui SMS dan penambahan utlet pembayaran premi secara online dengan bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dan Bank Syariah Mandiri. Tahun ini Takaful Keluarga merencanakan meluncurkan layanan informasi polis melalui internet. Layanan ini nantinya selain dapat diakses nasabah melalui komputer juga dapat diakses melalui telepon seluler yang kami namakan “Moblie Takaful” dengan layanan ini nasabah dapat berinteraksi dengan Takaful kapan saja dan dimana saja.</p>
<p>Kemudahan lain yang dikembangkan adalah membangun teknologi untuk meningkatkan hubungan dengan mitra bisnisnya. Ia mencontohkan, hubungan dengan PT Pos Indonesia. Kantor pos, kata Agus Edi, memiliki jangkauan yang sangat luas. Bahkan telah sampai di tingkat kecamatan. ‘’Kelebihan ini kami manfaatkan untuk menjangkau daerah yang belum kami masuki. Jadi, meskipun tidak ada kantor Takaful Keluarga di suatu daerah, konsumen tetap dapat mela kukan transaksi melalui Kantor Pos. Baik pem ba yaran, maupun menjadi peserta takaful,’’ lanjut Agus Edi. (adv)</p>
<p><em>Republika, 5 Agustus 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/08/takaful-perluas-jangkauan-tingkatkan-layanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransi Syariah: Sebuah Solusi</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/03/asuransi-syariah-sebuah-solusi/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/03/asuransi-syariah-sebuah-solusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 02:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Pak Rahman meninggal dunia karena mobil yang baru dibelinya bertabrakan, maka yang ‘tertinggal’ bukan hanya sebuah mobil baru yang rusak berat, melainkan juga seorang janda beranak yatim 2 orang. Selain itu 60 bulan beban angsuran rumah bertipe 36 masih tersisa. Tak terbayangkan betapa besar beban keuangan (resiko finansial) yang harus ditanggung oleh janda muda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Pak Rahman meninggal dunia karena mobil yang baru dibelinya bertabrakan, maka yang ‘tertinggal’ bukan hanya sebuah mobil baru yang rusak berat, melainkan juga seorang janda beranak yatim 2 orang. Selain itu 60 bulan beban angsuran rumah bertipe 36 masih tersisa. Tak terbayangkan betapa besar beban keuangan (resiko finansial) yang harus ditanggung oleh janda muda yang selama ini mengandalkan pendapatnnya hanya dari penghasilan suami yang pegawai swasta itu. Bagaimana pula dengan masa depan kedua anak balitanya? Mungkinkah ia tumbuh sehat dan terdidik sebagaimana halnya anak-anak lainnya?</p>
<p>Ia memang bukan kisah nyata, tetapi tidak mustahil bisa dialami oleh siapa saja. Jika demikian halnya, maka bagaimana antisipasinya?</p>
<p>Dari sudut pandang Islam, membantu dan menyantuni mereka yang mengalami musibah merupakan kewajiban. Berbagai ayat Al-Quran mengisyaratkan hal itu, antara lain dalam surat Al-Baqarah ayat 177 dan surat Al-Maa’un ayat 1-7. Semua ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, sekaligus indikasi ketakwaan kepada Allah SWT. Bukankah Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa orang-orang beriman antara satu dengan yang lain adalah bagaikan bangunan yang saling menguatkan, sehingga apabila satu bagian menderita sakit, maka bagian tubuh yang lain akan turut merasakannya.</p>
<p>Selain itu, Allah SWT juga meminta perhatian kita yang sungguh-sungguh untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah (QS. An-Nisa: 9), baik akidah, intelektualitas, ekonomi maupun fisiknya.</p>
<p>Persoalannya, bagaimana tuntunan luhur ini dilaksanakan dan dilembagakan, sehingga dapat mencakup khalayak yang lebih banyak, di samping bantuan atau santunan yang diberikan cukup berarti untuk memberdayakan atau memulihkan kondisi keuangan mereka yang ditimpa musibah.</p>
<p>Ada hadits yang bermakna: &#8220;Kebenaran yang tidak bersistem akan dikalahkan oleh kebatilan yang sistematis.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Asuransi</span></p>
<p>Solusi preventif yang lazim ditawarkan dalam menghadapi persoalan serupa adalah asuransi, yang terdiri dari:</p>
<ul>
<li>Asuransi Umum, yaitu jenis perlindungan yang dikaitkan denga kerugian atau kerusakan/kehilangan harta benda yang dimiliki seseorang</li>
</ul>
<ul>
<li>Asuransi Jiwa, yaitu jenis perlindungan yang dikaitkan dengan hidup matinya seseorang. Tiga tipe dasar produk asuransi jiwa, yaitu: <em>term insuransce</em> (asuransi berjangka, manfaat dibayarkan jika mengalami musibah meninggal dalam masa perjanjian), <em>whole life insurance</em><em>endowment insurance</em> (asuransi dwiguna, manfaat asuransi dibayarkan jika peserta meninggal dalam masa perjanjian atau hidup sampai akhir perjanjian). (asuransi seumur hidup, manfaat asuransi dibayarkan jika peserta meninggal), dan</li>
</ul>
<p>Jenis dan tipe asuransi manapun, pada dasarnya bertolak dari asas kerjasama (<em>cooperation</em>) dan saling membantu (<em>mutuality</em>), yang sesungguhnya sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Asas kerjasama dan saling membantu dalam asuransi secara operasional diterjemahkan sebagai <span style="font-style: italic;">perjanjian di antara penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (peserta asuransi) dengan penanggung menerima premi dari tertanggung untuk mendapatkan pertanggungan manakal tertanggung mengalami kerugian, kerusakan atau kehilangan disebabkan oleh peristiwa yan tidak pasti dan tanpa kesengajaan; atau penanggung memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang.</span></p>
<p>Asuransi menurut pola operasional demikian, berdasarkan akadnya dapat dikategorikan sebagai pertukaran (<em>raqad mu’awadhah</em>), layaknya jual beli. Penanggung (perusahaan asuransi) memberikan jaminan atau pertanggungan kepada tertanggung dan untuk itu tertanggung (peserta asuransi) membayar premi. Besar pertangungan dan premi serta masa perjanjian disepakati oleh kedua belah pihak.</p>
<p>Pertukaran dengan cara seperti ini dalam pandangan Islam mengandung cacat berupa ketidakpastian atau <em>gharar</em>, karena disandarkan pada peristiwa yang tidak pasti. Produk dwiguna misalnya, peserta berkewajiban membayar (mengangsur) premi jika peserta hidup selama masa perjanjian untuk mendapatkan uang pertanggungan yang jumlahnya sudah ditentukan. Ketidakpastian dalam contoh ini adalah besarnya premi yang dibayarkan, karena pembayaran premi ini disandarkan pada hidup atau matinya peserta dalam masa perjanjian. Sebaliknya untuk produk asuransi berjangka, ketidakpastian terletak di dalam besarnya pertanggungan yang akan diterima oleh tertanggung.</p>
<p>Selanjutnya, transaksi yang mengandung ketidakpastian semacam ini dapat merugikan salah satu pihak, dimana pada umumnya pihak pesertalah yang paling dirugikan. Pihak peserta atau ahli warisnya dapat menerima uang pertanggungan lebih besar atau lebih kecil dari premi yang dibayarkan atau tidak menerima uang pertanggungan sama sekali. Dengan kata lain berasuransi identik dengan untung-untungan, yang dalam terminologi fikih Islam disebut maysir. Dalam kasus lain, jika peserta berhenti sebelum masa perjanjian berakhir, terutama pada awal periode perjanjian, pada umumnya peserta tidak mendapatkan pengembalian premi yang telah dibayarnya (hangus), atau mendapatkan pengembalian dalam jumlah yag sangat kecil dibandingkan dengan premi yang telah dibayarnya. Sebagian besar dana premi yang diterima perusahaan kemudian diinvestasikan. Dalam kaitan ini, akad pertukaran tidak mensyaratkan kejelasan dalam alokasi dana premi, karena dana premi yang telah dibayarkan oleh pesera, berstatus milik perusahaan.</p>
<p>Dengan demikian perusahaan dapat menginvestasikan dana premi itu kemana saja dan dengan cara apapun, termasuk di bidang-bidang usaha yang mengandung unsur maksiat atau dilarang oleh syariat (riba, minuman keras, pornografi, dll). Jika dana premi dan hasil investasinya menjadi sumber uang pertanggungan, maka peserta yang menerima uang pertanggungan itu tidak bisa menghindarkan diri dari mengkomsumsi dana ribawi ataupun dana yang bersumber dari usaha maksiat lainnya.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Asuransi Syariah</span></p>
<p>Ajaran Islam yang mulia memerintahkan kita untuk menyantuni orang yang kehilangan harta benda, kematian kerabat, maupun musibah lainnya. Tindakan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas (<em>itsar</em>), serta tolong-menolong (<em>ta’awun</em>) antar warga masyarakat, baik muslim maupun non-muslim. Dengan cara demikian rasa persaudaraan (<em>ukhuwah</em>) akan semakin kokoh. Mereka yang ditimpa musibah tidak dirundung kesedihan yang berlarut-larut dan tidak terjerembab dalam keputusasaan, bahkan terhindar dari kemungkinan terpuruk dalam kemiskinan atau kehilangan masa depan. Akan tetapi cara-cara penyantunan itupun harus sejalan dengan syariat (QS 42: 13). Tidak boleh mengandung unsur <em>gharar</em> (ketidakpastian), <em>maysir</em> (untung-untungan), <em>riba</em>, dan hal-hal lain yang bersifat maksiat. Denga kata lain, <em>ta’awun</em> harus diletakkan di atas nilai-nilai ketakwaan untuk kebajikan, dan bukan pelanggaran hukum syariah yang dapat menimbulkan pertentangan atau permusuhan. Hal ini sebagaimana perintah Allah dalam surat Al-Maidah:2 : <em>” Saling tolong menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa, dan jangan kalian saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan”</em></p>
<p>Asuransi syariah merupakan sistem alternatif, tepatnya pengganti, atas pola asuransi konvensional yang menerapkan sistem atau akad pertukaran yang tidak sejalan dengan syariat Islam. Pada sistem asuransi syariah, setiap peserta bermaksud tolong-menolong satu sama lain dengan menyisihkan sebagian dananya sebagai iuran kebajikan <em>(tabarru’)</em>. Dana inilah yang digunakan untuk menyantuni siapapun diantara peserta asuransi yang mengalami musibah. Jadi bukan dalam bentuk akad pertukaran dianatara dua pihak, melainkan akad untuk saling tolong-menolong (<em>takaafuli</em>) di antara semua peserta.</p>
<p>Seluruh dana premi yang terhimpun dikelola oleh perusahaan untuk investasi, re-asuransi, penyaluran manfaat asuransi, dan distribusi surplus operasi. Untuk semua jasa pengelolaan ini, perusahaan meminta kontribusi peserta yang jumlahnya pasti dan disetujui oleh peserta, serta bagian dari surplus operasi sesuai kesepakatan perusahaan dengan peserta yang prosentase nisbahnya ditetapkan sejak awal.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Solidaritas, Transparansi, dan Konsistensi</span></p>
<p>Fenomena asuransi syariah adalah fenomena yang unik (<em>al-ghuraba</em>) di tengah arus ekonomi yang kapitalistik dan individualistik. Secara finansial, sistem asuransi syariah memungkinkan perolehan (manfaat) yang lebih baik. Bersamaan dengan itu, semangat solidaritas pun dipupuk melalui iuran kebajikan (<em>tabarru’</em>) peserta asuransi.</p>
<p>Sistem <em>tabarru’</em> dan bagi hasil (<em>mudharabah</em>) yang ditetapkan dalam pola operasional asuransi syariah mengharuskan adanya transparansi di dalam status dana dan pengelolaannya. Demikian pula dalam hal kontribusi biaya pengelolaan, yang disisihkan sedikit dari premi tahun pertama saja, ditetapkan dengan jelas dan menjadi bagian dari kesepakatan peserta. Oleh karena itu sejak awal peserta mengetahui dengan jelas komponen premi yang disetorkannya, yaitu <em>tabarru’</em> (iuran kabajikan), tabungan (hak mutlak peserta), dan kontribusi biaya pengelolaan (30% premi tahun pertama). Selain itu, peserta dapat melihat perkembangan dari waktu ke waktu perkembangan nilai tunai polisnya, yakni akumulasi tabungan dan bagi hasilnya. Oleh karenanya ketika peserta bermaksud mengundurkan diri dalam masa perjanjian karena sesuatu hal, nilai tunai yang dapat diterimanya dapat dihitung nilainya dan jelas sumbernya (berasal dari tabungan dan bagi hasilnya). Demikian pula halnya klaim meninggal yang diterima oleh ahli waris peserta, terdiri dari manfaat asuransi atau santunan kebajikan (bersumber dari tabarru- tabarru’ peserta), tabungan yang sudah disetorkan dan bagi hasil tabungannya itu.</p>
<p>Dalam hal investasi, selain pertimbangan profitabilitas, kesesuaian usaha dengan ketentuan syariah merupakan faktor penentu keputusan investasi. Oleh karena itu peran Dewan Pengawas Syariah menjadi sangat penting di dalam dinamika pengembangan usaha asuransi syariah, hal yang tidak ditemukan di dalam asuransi konvensional.</p>
<p>Akhirnya, tidak keliru jika dikatakan bahwa operasionalisasi asuransi syariah seperti diuraikan di atas dan keterlibatan Dewan Pengawas Syariah di dalam keseluruhan mata rantai aktivitas dan produk asuransi syariah menggambarkan konsistensi asuransi syariah sebagai sebuah sistem ta’awun (kerjasama tolong-menolong) yang berpijak pada nilai-nilai syariah Islam.</p>
<p>(<em>Dikutip dari buku &#8220;Takaful Asuransi Islam&#8221; oleh Tim Takaful Indonesia) </em></p>
<p><em>Sumber: <a href="http://www.asuransisyariah.net/2008/08/asuransi-syariah-sebuah-solusi.html">www.asuransisyariah.net</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/03/asuransi-syariah-sebuah-solusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

