<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ASURANSI TAKAFUL INDONESIA - Asuransi Murni Syariah &#187; Agen Asuransi</title>
	<atom:link href="http://asuransitakaful.net/category/agen-asuransi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asuransitakaful.net</link>
	<description>Berasuransi Syariah jadi Mudah !</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 08:31:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Takaful Optimalkan Tiga Saluran Distribusi</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2010/01/takaful-optimalkan-tiga-saluran-distribusi/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2010/01/takaful-optimalkan-tiga-saluran-distribusi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 08:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agen Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Jiwa Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi Takaful Keluarga (ATK) akan mengoptimalkan tiga saluran distribusinya pada 2010 ini. Pada tahun ini, ATK menargetkan raihan premi Rp 400 miliar. Portal agency disiapkan bagi agen untuk memonitor aktivitas secara online.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Asuransi Takaful Keluarga (ATK) akan mengoptimalkan tiga saluran distribusinya pada 2010 ini. Pada tahun ini, ATK menargetkan raihan premi Rp 400 miliar. Direktur Utama ATK, Agus Edi Sumanto, mengatakan saluran distribusi agensi, bancassurance, dan korporasi akan lebih ditingkatkan di 2010.</p>
<p>&#8221;Untuk agensi yang terkait individual akan kita optimalkan penuh. Kita siapkan portal agency jadi agen bisa akses tentang aktivitas produk secara online,&#8221; kata Agus, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Jumlah agen ATK saat ini sebanyak 2200 orang dan diharapkan dengan teknologi yang terus ditingkatkan jumlah agen dapat mencapai hampir 5000 orang. Dengan peningkatan agensi tersebut, maka pemasaran akan meluas, tak hanya terbatas pada kehadiran kantor cabang Takaful Indonesia saja. Agus mengungkapkan, untuk 2010 ini pihaknya juga akan meningkatkan kerja sama dengan PT Pos melalui online payment sehingga mempermudah nasabah dalam membayar premi.</p>
<p>&#8221;Misalnya saja Takaful punya cabang di Jawa Timur di Malang dan SUrabaya tapi ternyata banyak pemegang polis yang asalnya dari Madiun, karena itu kita kerja sama dengan PT Pos agar nasabah mudah menjangkau Takaful,&#8221; kata Agus.</p>
<p>Layanan ATK pun, ujar dia, diakses di seluruh kantor pos di Indonesia. Selain itu, tambahnya, ATK juga bekerja sama bidang penjualan produk melalui PT Pos.</p>
<p>&#8221;Ada tiga produk yang rencananya akan dijual melalui PT Pos tapi produk-produknya masih kita godok,&#8221; ujar Agus.</p>
<p>Sementara itu untuk bancassurance teknologinya juga akan ditingkatkan dengan sistem portal yang akan dipasang di berbagai mitra. Dengan demikian, akan mempercepat proses dan menjadi efisien.</p>
<p>Di sektor korporasi, ATK akan fokus meningkatkan produk asuransi kesehatan dan santunan hari tua. Saat ini ATK telah menghimpun premi sekitar Rp 250 miliar. Dari jumlah tersebut agensi berkontribusi sebesar 40 persen, sisanya berasal dari bancassurance dan korporat.</p>
<p>&#8221;Untuk 2010 porsi kontribusi dari individu (agensi) dan kumpulan (korporat dan bancassurance) setidaknya 50:50,&#8221; kata Agus.</p>
<p>Dengan agensi yang terus ditingkatkan di 2010, lanjutnya, porsi agensi diharapkan dapat berkontribusi sebesar 60 persen bagi total premi. Mengingat kondisi ekonomi yang kurang baik, ATK merevisi targetnya pada 2009 lalu menjadi Rp 255 miliar. Namun melihat kondisi ekonomi yang tampaknya akan mulai membaik pada 2010, Agus pun optimistis dapat mencapai target Rp 400 miliar pada 2010.</p>
<p>&#8221;Kami melihat setidaknya pada 2010 kondisinya sama dengan pada 2007 atau 2008 yang pertumbuhannya cukup baik,&#8221; kata Agus.</p>
<p><strong>Strategi Hadapi 2010</strong></p>
<p>* Asuransi Takaful Keluarga (ATK) akan meningkatkan saluran distribusi agensi, bancassurance, dan korporasi akan lebih ditingkatkan pada 2010.<br />
* Bancassurance adalah sistem layanan perbankan dan asuransi pada saluran yang sama. Untuk poin ini, ATK akan menyiapkan sistem portal yang akan dipasang dengan berbagai mitra.<br />
* Untuk agensi ATK, akan disiapkan portal agency sehingga agen bisa mengakses aktivitas produk secara online.<br />
* Jumlah agen ATK saat ini sebanyak 2200 orang dan diharapkan dengan teknologi yang terus ditingkatkan jumlah agen dapat mencapai hampir 5000 orang.<br />
* Kerja sama dengan PT Pos juga akan ditingkatkan. Dengan kerja sama ini, nasabah dapat membayar premi lewat online payment.<br />
* Layanan ATK pun dapat diakses di seluruh kantor pos di Indonesia.<br />
* PT Pos juga akan melayani penjualan produk. Saat ini ada tiga produk yang sedang diproses untuk dipasar lewat kantor pos.<br />
* Di sektor korporasi, ATK akan fokus meningkatkan produk asuransi kesehatan dan santunan hari tua.<br />
* Pada 2009, ATK menghimpun premi Rp 250 miliar. Dari jumlah ini, agensi menyumbang 40 persen dan 60 persen dari bancassurance dan korporat. Pada 2010, perimbangan diharapkan menjadi 50 persen dan 50 persen. Sedangkan pada 2011, diharapkan agensi menyumbang 60 persen dan sisanya dari  bancassurance dan korporat.<br />
* pada 2010, perimbangan diharapkan menjadi 50 persen dan 50 persen. sedangkan pada 2011, diharapka agensi menyumbang 60 persen dan sisanya dari bancassurance dan korporat.</p>
<p><em>Sumber: Republika, <em>Selasa, 05 Januari 2010 </em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2010/01/takaful-optimalkan-tiga-saluran-distribusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>‘Tidak Ingin Hadiah Lain’</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/08/%e2%80%98tidak-ingin-hadiah-lain%e2%80%99/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/08/%e2%80%98tidak-ingin-hadiah-lain%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 06:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agen Asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai bentuk apresiasi kepada agen yang berprestasi, PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga) memberikan bonus berupa pembiayaan ibadah umrah. Tahun lalu, sebanyak 33 orang diberangkatkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai bentuk apresiasi kepada agen yang berprestasi, PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga) memberikan bonus berupa pembiayaan ibadah umrah. Tahun lalu, sebanyak 33 orang diberangkatkan. Tahun ini ada keinginan untuk memberangkatkan lebih banyak lagi. Ternyata, bagi para pemenang, kesempatan ini lebih dari sekadar hadiah.</p>
<p>AVP Marketing Area IV dan V Takaful Keluarga, Suwanto yang tahun lalu menemani para pemenang pergi ke Tanah Suci menjelaskan, respon para pemenang sangat luar biasa. ‘’Umumnya mereka tidak menyangka kalau mereka akan menang dan berangkat umrah. Mereka sangat senang sampai tidak sadar kalau sudah berada di Tanah Suci. Tahu-tahu mereka sudah shalat di samping Ka’bah. Benar-benar luar biasa,’’ ujarnya.</p>
<p>Suwanto menjelaskan, sempat terpikir renca na untuk memberikan hadiah tahunan berupa wisata ke negara lain. Seperti, Malaysia, Thai land atau China. Namun ketika digulirkan, ternyata ide ini mendapat penolakan dari para agen.</p>
<p>Akhmad Fadiyanto BAO Takaful Keluarga Denpasar salah satu agen yang berangkat umrah mengatakan bahwa, kami bersyukur ke hadirat Allah SWT dan berterima kasih kepada manajemen PT Asuransi Takaful Keluarga, atas atensi dan apresiasi yang diberikan kepada kami, sehingga kami bisa berumrah ke Tanah Suci. Suatu anugerah yang Allah berikan kepada kami ketika bekerja di perusahaan syariah.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-433" title="Umroh Best Achiever Takaful 2009" src="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2009/08/umroh-best-achiever-resize.gif" alt="Umroh Best Achiever Takaful 2009" width="331" height="194" /></p>
<p>Saat berada di Tanah Suci Makkah ada kejadian menarik. Dari hari pertama hingga hari terakhir kami belum diberikan kesempatan mencium apalagi berdoa di Multazam. Sedangkan teman-teman sudah mencium Multazam dan Hajar Aswad. Namun syukurlah, pada hari terakhir, ketika tawaf wada Allah izinkan kami berdoa penuh khyusu’ dan haru di Multazam.</p>
<p>Dari pengalaman batin kami dapat disimpulkan bahwa: sebagai agen/marketer Takaful tidak perlu khawatir dan mengeluh akan pencapaian produksi. Ikhtiar dan doa secara maksimal mesti dikerjakan. Selanjutnya tinggal kita meng-evaluasi ikhtiarnya dan doanya apakah perlu ditambah lagi, karena sesungguhnya Allah Maha Ajaib dan Maha Mubin.</p>
<p>Demikian pula penuturan Irwan Nawri TAF Takaful Keluarga Padang, tiada kata yang dapat saya ucapkan di kala saya ditelepon dan dinyatakan untuk berangkat pergi umrah. Karena waktu itu baru saja saya selesai menikah. Yang terasa bagi saya adalah kebenaran apa yang pernah saya baca “MENIKAHLAH KAMU, MAKA KAMU AKAN MENJADI KAYA. Subhanallah.</p>
<p>Ada dua perasaan di waktu itu. Yang pertama perasaan gembira karena apa yang dicita-citakan untuk bisa beribadah di Tanah Suci bisa tercapai. Sedangkan yang kedua perasaan risau karena baru satu minggu menikah sudah mau meninggalkan istri tercinta. Tapi panggilan untuk ke Tanah Suci lebih besar daya tariknya.</p>
<p>Alhamdulillah, seluruh rangkaian ibadah umrah yang saya lakukan lancar. Saya diberi kemudahan oleh Allah untuk berdoa di Raudhah di Masjid Nabawi. Di Masjidi Haram, Makkah, saya pun diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk mencium Hajar Aswad, meski pun harus melalui perjuangan cukup panjang dan kesempatan itu baru datang pada hari terakhir.</p>
<p>Terima kasih ya Allah. Kapankah saya dapat kembali ke sana (Tanah Suci)? Semoga Allah memberikan kesempatan itu kembali.</p>
<p><em>Republika, 5 Agustus 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/08/%e2%80%98tidak-ingin-hadiah-lain%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketer Syariah Harus Menguasai Bisnis Syariah</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/05/marketer-syariah-harus-menguasai-bisnis-syariah/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/05/marketer-syariah-harus-menguasai-bisnis-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 04:57:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agen Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Memasarkan produk syariah butuh marketer syariah. Apa jadinya jika marketer syariah gagal dalam memasarkan produk syariah. Tentunya pertumbuhan bisnis dan aset bisnis syariah tak pernah naik kelas.
Maka dari itu Darmawati salah satu the top marketer di PT Asuransi Takaful Indonesia, memberikan saran diperlukan perubahan cara berpikir, bahwa dalam mengembangkan bisnis syariah ini bukan hanya sekedar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memasarkan produk syariah butuh marketer syariah. Apa jadinya jika marketer syariah gagal dalam memasarkan produk syariah. Tentunya pertumbuhan bisnis dan aset bisnis syariah tak pernah naik kelas.<span id="more-377"></span></p>
<p>Maka dari itu <strong>Darmawati </strong>salah satu<em> the top marketer </em>di PT Asuransi Takaful Indonesia, memberikan saran diperlukan perubahan cara berpikir, bahwa dalam mengembangkan bisnis syariah ini bukan hanya sekedar memperoleh uang saja tapi lebih dari itu, untuk mendapatkan keridhoan dari Allah. Tidak hanya itu, marketer syariah juga harus mampu menguasai dan memahami bisnis syariah secara utuh.</p>
<div id="attachment_386" class="wp-caption alignleft" style="width: 168px"><img class="size-full wp-image-386" title="Darmawati" src="http://asuransitakaful.net/wp-content/uploads/2009/05/pasfoto-2.jpg" alt="Darmawati" width="158" height="203" /><p class="wp-caption-text">Darmawati</p></div>
<p>Untuk mengetahui secara jauh, alasan yang dikemukakan oleh the top marketer PT Takaful Indonesia ini, Agus Yuliawan berbincang-bincang dengan Darmawati di Gedung Jaya – Jakarta. Berikut perbincangannya:</p>
<p><em><strong>Sebenarnya apa yang melatar belakangi Anda tertarik dalam marketer syariah? </strong></em></p>
<p>Menjadi marketer syariah merupakan hal yang sangat baru di dunia marketing dewasa ini, munculnya marketer syariah seiring dengan perkembangan bisnis syariah yang  berkembang saat ini.  Salah satu ketertarikan saya dalam mengembangkan marketing syariah, saya ingin bekerja bukan sekedar memperoleh uang saja tapi ada nilai-nilai pahala yang saya raih. Itulah yang menjadikan alasan saya, kenapa saya memilih menjadi marketing syariah.</p>
<p><em><strong>Apa yang diajarkan dalam marketing syariah? Sehingga Anda tertarik menjadi marketer syariah? </strong><br />
</em><br />
Banyak hal,  dalam marking syariah kita harus jujur dan transparan, tak boleh membohongi  dan tak boleh melakukan marketing dengan cara  menghalalkan segala cara. Prinsip-prinsip inilah yang sebenarnya digunakan dalam marketing syariah.</p>
<p><strong><em>Selama berproses sulitkah Anda menjadi marketer syariah?</em></strong></p>
<p>Sangat sulit. Tapi dengan penuh keyakinan saya bisa melaksanakan marketing syariah tersebut.</p>
<p><strong><em>Menjadi marketer syariah, menurut Anda apakah harus berkerja di perusahaan bisnis syariah? </em></strong></p>
<p>Saya rasa tidak. Menjadi marketer syariah tidak harus di lembaga bisnis syariah, tapi di lembaga konvensional juga bisa, asalkan si marketer tersebut dalam bekerja menggunakan pendekatan syariah, yaitu jujur dan tak melakukan pelanggaran agama. Tentu saja produk yang dijual juga harus memenuhi kriteria yang diperbolehkan dalam Islam. Jadi tidak ada istilahnya &#8220;rentenir syariah&#8221; atau &#8216;marketer bir syariah&#8221; karena jelas-jelas produk yang dijualnya ribawi dan diharamkan agama.</p>
<p><strong><em>Jadi tidak harus bekerja di perusahaan syariah?</em></strong></p>
<p>Benar. Semua kembali pada sikap pribadi masing-masing. Broker rumah misalnya. Meskipun perusahaan broker tempat ia bekerja tidak ada embel-embel syariahnya, si penjual dapat disebut marketer syariah selama ia menjalankan profesinya dengan menjunjung etika dan nilai-nilai universal yang diajarkan Islam.</p>
<p><strong><em>Selama Anda menjadi marketing syariah adakah klien yang menolak Anda?</em></strong></p>
<p>Tidak, mereka justru sangat senang sekali saya bersikap demikian dan akhirnya mereka bukan saya anggap sekedar klien saja tapi juga mempererat persaudaraan diantara kami.</p>
<p><strong><em>Seiring dengan bisnis syariah yang berkembang saat ini. Mengapa para marketer syariah kurang produktif dalam mengejar target yang dibebankan?<br />
</em></strong><br />
Saya melihat mereka belum memiliki rasa percaya diri (PD) dalam memasarkan produk syariah, mereka sudah merasa bahwa produk syariah kalah jauh denagn produk konvensional. Padahal jika kita bedah produk syariah tersebut secara dalam mampu mengungguli dengan produk konvensional yang ada selama ini.</p>
<p><strong><em>Jika demikian sebenarnya apa yang menjadikan kesalahan dari para makerer syariah selama ini ?<br />
</em></strong><br />
Saya rasa yang menjadikan permasalahan bagi para makerter syariah selama ini adalah lebih pada kemampuan penguasaan dalam menawarkan produk sangat lemah di samping itu rasa percaya diri mereka juga sangat lemah.</p>
<p><strong><em>Untuk menjembatani beban psikologis tersebut, sebagai seorang marketer di dunia asuransi syariah. Apa saran buat mereka?</em></strong></p>
<p>Saran saya buat mereka adalah diperlukan perubahan cara berfikir mereka, bahwa dalam mengembangkan bisnis syariah ini bukan hanya sekedar memperoleh uang saja tapi lebih dari itu, untuk mendapatkan keridhoan dari Allah. Kemudian marketer syariah harus mampu menguasai dan memahami bisnis syariah secara utuh. Jika mereka setengah-setengah dalam memahami bisnis syariah, akan sangat kesulitan bagi mereka dalam mengembangkan marketing syariah.</p>
<p><strong><em>Selama menjadi marketer syariah apa kata kunci yang Anda berikan selama ini? </em></strong></p>
<p>Kata kunci yang selalu saya berikan pada klien adalah bahwa kehadiran saya adalah membantu mereka dalam merencanakan investasinya dan sekaligus mengarahkan bisnis yang diridhoi oleh Allah SWT.</p>
<p><em>(Sumber: <a href="http://www.pkesinteraktif.com/content/view/4990/32/lang,en/">PKES Interaktif )<br />
</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/05/marketer-syariah-harus-menguasai-bisnis-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sertifikasi SDM Asuransi Syariah</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/04/sertifikasi-sdm-asuransi-syariah/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/04/sertifikasi-sdm-asuransi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 09:06:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agen Asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Untuk meningkatkan pertumbuhan industri syariah, tak hanya diperoleh melalui penambahan unit syariah dalam asuransi konvensional. Namun, juga peningkatan kualitas sumber daya insani dalam memperkenalkan produk-produk asuransi syariah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk meningkatkan pertumbuhan industri syariah, tak hanya diperoleh melalui penambahan unit syariah dalam asuransi konvensional. Namun, juga peningkatan kualitas sumber daya insani dalam memperkenalkan produk-produk asuransi syariah. <span id="more-349"></span>Ketua Umum Islamic Insurance Society (IIS), Muhammad Syakir Sula mengatakan, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam asuransi syariah, maka diperlukan sertifikasi hingga tingkat agen.</p>
<p>Pasalnya dalam menjual produk asuransi syariah tak sama dengan asuransi konvensional. Asuransi syariah yang lekat dengan nilai-nilai Islam memiliki beberapa pertimbangan dalam penjualannya.</p>
<p>&#8221;Dalam penjualannya asuransi syariah tak boleh terkait riswah (suap) atau yang berhubungan dengan maksiat lainnya,&#8221; kata Syakir kepada <em>Republika</em>, Selasa (13/1).</p>
<p>IIS dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) pun kini sedang mengembangkan rencana sertifikasi tersebut. Untuk mendapatkan sertifikasi itu, kata Syakir, pihaknya dan AASI akan mengadakan <em>workshop</em> mengenai produk syariah. Saat ini rencana sertifikasi tersebut masih dalam proses dan diperkirakan dapat dilakukan di pertengahan tahun ini. &#8221;Untuk menyiapkan materi <em>workshop</em>, bagaimana sistem sertifikasinya kira-kira membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan,&#8221; kata Syakir.</p>
<p>Dalam <em>workshop</em> tersebut, peserta akan diberikan materi tentang ilmu syariah dan etika penjualan produk sesuai prinsip Islam. Hal tersebut, lanjut Syakir, bukan berarti agen harus mengenakan pakaian muslim dalam memasarkan produknya, namun paling tidak memiliki gaya berpakaian sopan.</p>
<p>Syakir mengatakan, saat ini pun sudah ada beberapa asuransi yang melakukan pelatihan syariah kepada agennya, namun sertifikasi secara keseluruhan sesuai dengan etika syariah tetap diperlukan. Hal tersebut bertujuan agar unit asuransi syariah lebih berani dalam memasarkan produknya.</p>
<p>Dengan adanya sertifikasi tersebut, Syakir pun yakin hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan asuransi syariah. Rata-rata pertumbuhan premi asuransi syariah antara 30 persen hingga 40 persen. Namun, menurut Syakir dengan adanya sertifikasi, maka pertumbuhan premi dapat melebihi 50 persen. Dengan meningkatnya pemahaman dan penjualan yang sesuai dengan prinsip syariah, hal tersebut pun akan mendorong penjualan produk asuransi syariah.</p>
<p>Potensi pasar asuransi yang cukup besar membuat sejumlah perusahaan asuransi membuka unit syariah. Setidaknya saat ini terdapat lebih dari 30 perusahaan asuransi yang membuka unit syariah, sehingga agen asuransi konvensional juga menjual produk asuransi syariah. Dengan demikian agen asuransi dapat berjumlah sekitar ratusan ribu orang.</p>
<p>Untuk itulah sertifikasi dan pelatihan mengenai asuransi syariah diperlukan agar dalam pemasarannya tetap memegang nilai-nilai Islam. Direktur Utama Harahap Business Consulting, Hadry Harahap pun menyatakan hal senada. Untuk mendukung pertumbuhan asuransi syariah sertifikasi tak hanya di level manajemen, namun juga hingga level marketing. &#8221;Sertifikasi hingga level <em>marketing</em> diperlukan agar mereka memiliki kapabilitas dan kompetensi cukup dalam menjual produk syariah,&#8221; kata Hadry.</p>
<p>Pasalnya, tambah dia, tuntutan terhadap perkembangan industri syariah semakin tinggi, namun kapabilitas dan kompetensi SDM yang ada saat ini belum mencukupi. Mengingat pasar asuransi yang cukup luas di Indonesia, maka diperlukan rekrutmen dan edukasi untuk mengembangkan industri asuransi syariah. Di 2007 asuransi syariah memperoleh premi sebesar Rp 1,2 triliun dengan total asset Rp 1,9 triliun.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Mengapa perlu sertifikasi agen asuransi syariah?</strong></p>
<p>1. Dalam menjual produk asuransi syariah tak sama dengan asuransi konvensional</p>
<p>2. Agar di level <em>marketing</em> memiliki kapabilitas dan kompetensi cukup dalam menjual produk syariah.</p>
<p>3. Akan mendorong penjualan produk asuransi syariah</p>
<p>_____________________________</p>
<p><em>Sumber: Republika, 14 Januari 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/04/sertifikasi-sdm-asuransi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takaful dan Perekonomian Islam:  Kalau bukan kita, siapa lagi ?</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/03/takaful-dan-perekonomian-islam-kalau-bukan-kita-siapa-lagi/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/03/takaful-dan-perekonomian-islam-kalau-bukan-kita-siapa-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 03:50:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agen Asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Industri asuransi syariah pertama kali melayani masyarakat Indonesia pada tahun 1994, saat investor muslim melalui PT. Syarikat Takaful Indonesia sebagai holding company mendirikan PT. Asuransi Takaful Keluarga dan PT. Asuransi Takaful Umum.  Takaful akhirnya resmi berdiri sebagai asuransi murni syariah yang sejak awal hanya memasarkan produk-produk asuransi yang berlandaskan syariah.
Dua tahun sebelumnya yakni pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Industri asuransi syariah pertama kali melayani masyarakat Indonesia pada tahun 1994, saat investor muslim melalui PT. Syarikat Takaful Indonesia sebagai holding company mendirikan PT. Asuransi Takaful Keluarga dan PT. Asuransi Takaful Umum.  <span id="more-331"></span>Takaful akhirnya resmi berdiri sebagai asuransi murni syariah yang sejak awal hanya memasarkan produk-produk asuransi yang berlandaskan syariah.</p>
<p>Dua tahun sebelumnya yakni pada tahun 1992, masyarakat telah terlebih dahulu mengenal perbankan syariah   dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI).</p>
<p>Semangat untuk mengenalkan konsep syariah yang membawa nilai-nilai ilahiyah yakni prinsip keadilan dan sistem keuangan bebas riba,  mewarnai berdirinya Takaful. Semangat ini tumbuh dan terpelihara karena para <em>founding fathers</em> Takaful meyakini bahwa konsep yang ditawarkan Islam ini adalah solusi terbaik yang manfaatnya harus dapat dirasakan oleh seluruh kalangan (rahmatan lil ‘alamin).</p>
<p>Di awal berdirinya,  di tengah keberadaan perusahan-perusahaan asuransi konvensional yang telah lama beroperasi di Indonesia, Takaful ibarat ‘David yang harus berhadapan dengan Goliath”.  Masyarakat belum banyak mengenal asuransi syariah sehingga perjuangan pemasar Takaful sungguh berat. Namun kondisi ini sama sekali tidak mengendurkan niat  para founding team Takaful. Tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan.</p>
<p>Perlahan namun pasti masyarakat mulai mengenal asuransi syariah dan mulai antusias dengan kehadiran asuransi syariah. Melihat antusiasme masyarakat yang berkembang begitu besar,  Pemerintah RI pun mulai memberi dukungan untuk mempercepat perkembangan asuransi syariah. Memperkuat Fatwa Dewan Asuransi Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) No.21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah yang sebelumnya menjadi landasan operasional asuransi syariah di Indonesia, akhirnya pemerintah melalui Departemen Keuangan RI menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan RI No.426/KMK.06/2003, Keputusan Menteri Keuangan RI No. 424/KMK.06/2003 dan Keputusan Direktorat Jendral Lembaga Keuangan No. 4499/LK/2000 yang mengatur sistem asuransi berbasis syariah.</p>
<p><strong>Potensi Besar</strong></p>
<p>Industri asuransi syariah diprediksi akan kian tumbuh subur. Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), sampai akhir kuartal tiga 2008 pangsa pasar asuransi jiwa syariah dari sisi perolehan premi bruto mencapai Rp 817,78 miliar. Nilai itu setara dengan 2% dari perolehan premi asuransi jiwa konvensional untuk periode yang sama. Tahun lalu, pendapatan premi asuransi syariah 1,05% dari premi asuransi konvensional.  Ini menunjukkan bahwa meskipun pangsa pasarnya masih kecil, namun pertumbuhannya mencapai hampir 100% atau 2 kali lipatnya ! Potensinya sungguh besar.</p>
<p>Peluang menggiurkan asuransi syariah ini kemudian ditangkap oleh perusahaan asuransi konvensional dengan membuka unit usaha syariah (UUS) dengan skema <em>windows</em> untuk memasarkan produk syariah, seperti yang marak saat ini.</p>
<p><strong>Sistem Agency Takaful</strong></p>
<p>Menghadapi persaingan dari perusahaan asuransi berbasis konvensional yang kini memasarkan produk syariah, Takaful mulai tahun 2009 mengubah sistem pemasarannya menjadi sistem<em> agency</em> untuk mempercepat pertumbuhan jumlah pemasar.  Sistem keagenan berjenjang dan komisi yang menarik, diharapkan mampu memunculkan pemasar-pemasar yang profesional dan berjiwa<em> enterpreunership</em>.</p>
<p>Kini saatnya kesempatan bagi kita semua membangun sinergi untuk mewujudkan ekonomi yang lebih  berkeadilan dan membawa sebesar-besarnya manfaat bagi umat. Kalau bukan kita, siapa lagi ?</p>
<p><em>Oleh: Tim AsuransiTakaful.net</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/03/takaful-dan-perekonomian-islam-kalau-bukan-kita-siapa-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agen Asuransi Syariah Sebaiknya Hanya Menjual Produk Syariah</title>
		<link>http://asuransitakaful.net/2009/03/sebaiknya-agen-asuransi-syariah-hanya-menjual-produk-syariah/</link>
		<comments>http://asuransitakaful.net/2009/03/sebaiknya-agen-asuransi-syariah-hanya-menjual-produk-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 10:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agen Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[agen]]></category>
		<category><![CDATA[agus edi sumanto]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asuransitakaful.net/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Diharapkan para agen asuransi syariah sebaiknya hanya menjual produk syariah dan alangkah baiknya tidak lagi menjual produk yang konvensional. 
Hal ini disampaikan oleh Agus Edi Sumanto, Pjs. Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) beberapa waktu lalu kepada pkesinteraktif. 
“Bersamaan dengan pembahasan yang kami lakukan terkait sertifikasi bagi agen asuransi syariah, kami juga akan membahas kemungkinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><strong></strong>Diharapkan para agen asuransi syariah sebaiknya hanya menjual produk syariah dan alangkah baiknya tidak lagi menjual produk yang konvensional. </span></div>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Hal ini disampaikan oleh Agus Edi Sumanto, Pjs. Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) beberapa waktu lalu kepada pkesinteraktif. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">“Bersamaan dengan pembahasan yang kami lakukan terkait sertifikasi bagi agen asuransi syariah, kami juga akan membahas kemungkinan agen syariah agar tidak lagi menjual produk konvensional. Agar apa yang kita lakukan dapat dilakukan secara <em>kaffah</em>, dan tidak setengah-setengah. Kalau kita yakin syariah ini baik, maka yakinlah rezeki kita memang ada disana,” ujar Agus yang juga menjabat sebagai direktur utama PT. Asuransi Takaful Keluarga (PT. ATK). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Hal senada juga diungkapkan oleh K.H. Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang mengatakan bahwa memang hal itulah yang idealnya terjadi. Tetapi dengan kondisi sekarang ini dimana pangsa pasar asuransi syariah yang masih kecil dibandingkan  pasar konvensional, maka kondisi ini masih dianggap darurat dan masih tetap dibolehkan bagi agen asuransi syariah untuk menjual produk konvensional.</span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">“Sekarang ini kita masih mentolerir agen asuransi syariah untuk menjual baik produk syariah maupun konvensional sampai saatnya nanti ketika pasar syariah sudah cukup besar. Kalau dalam kondisi sekarang pemasarannya sudah dibatasi, nanti malah banyak <em>nganggurnya</em>.” tutup K.H. Ma’ruf Amin.</span><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><strong> (</strong></span>Kamis, 03 Juli 2008, http://www.pkesinteraktif.com/content/view/1948/66/lang,id/)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asuransitakaful.net/2009/03/sebaiknya-agen-asuransi-syariah-hanya-menjual-produk-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

