Takaful Keluarga Fokus Menggarap Segmen Ritel

Tahun ini, industri asuransi diprediksi masih akan mengalami tren positif seperti 2011 lalu. Produk asuransi unit link, yang menggabungkan layanan proteksi dan investasi sekaligus, diyakini tumbuh menjanjikan seiring tren positif yang terjadi di pasar modal Tanah Air.

Pengamat Asuransi, Munir Sjamsoeddin mengatakan, di tahun ini potensi bisnis asuransi masih akan tumbuh.
“Jadi masih akan tumbuh positif seiring pasar modal yang juga masih membaik. Kalau pasar modal membaik, ya unit linked akan mengikuti,“ kata Munir.

Sejumlah perusahaan asuransi sangat yakin kalau bisnis di 2012 ini akan lebih baik dari tahun lalu. Untuk itu, mereka akan melebarkan sayapnya dan gencar melakukan promosi kepada masyarakat. PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga), misalnya, menyatakan siap melakukan manuver bisnisnya di 2012. Takaful Keluarga akan membidik segmen pasar ritel untuk meningkatkan preminya.

Presiden Direktur PT Asuransi Takaful Keluarga, Trihadi Deritanto mengatakan, pihaknya membidik pangsa pasar ritel. “Kita fokus di segmen ritel di tahun 2012,“ kata Trihadi. Bahkan, Takaful Keluarga siap menggenjot pertumbuhan di segmen ritel hingga tiga kali lipat di 2012 dibandingkan di 2011.

Petugas Takaful Melayani Peserta

Tahun ini, Takaful Keluarga menargetkan jumlah pemegang polis di segmen ritel (individual) akan menembus angka 240 ribu. Saat ini jumlah pemegang polis Takaful Keluarga di sektor ritel baru mencapai 80 ribu. Diharapkan dengan meningkatnya segmen ritel, aset dan likuiditas, Takaful Keluarga bisa lebih terjamin ketimbang menggantungkan pada segmen korporasi.

Hingga November 2011, jalur korporasi Takaful Keluarga berhasil menjaring sebanyak satu juta nasabah. Sedangkan jalur pemasaran bancassurance hingga November 2011 mencapai 500 ribu nasabah. “Di tahun 2012, target di jalur ritel memang paling besar dibandingkan bancassurance dan korporasi,“ ujar Trihadi kepada Republika di Jakarta, pekan lalu. Pasalnya, lanjut dia, produk ritel memiliki tenor yang lebih panjang dengan jumlah nasabah lebih banyak.

Selain konsentrasi menggarap sektor ritel, Takaful Keluarga juga akan menyasar pangsa pasar yang lebih emosional, mengingat semakin ketatnya persaingan di industri asuransi nasional. Selama ini, kata Trihadi, perusahaan asuransi yang ada di Tanah Air lebih berkutat kepada 8-9 persen pangsa pasar yang ruang lingkupnya itu-itu saja.

Takaful Keluarga menargetkan pendapatan premi pada 2012 mencapai Rp 1 triliun atau meningkat 179 persen dibandingkan target 2011 sebesar Rp 365 miliar. “Kami akan memperbesar segmen ritel untuk mencapai target tersebut,“ ujar Direktur Operasional Takaful Keluarga, Ronny A Iskandar usai penandatanganan kerja sama dengan PT Bank Muamalat Tbk.

Perseroan akan menambah agen asuransi yang saat ini berjumlah 5.700 orang menjadi 10 ribu orang guna memperkuat segmen ritel demi mencapai target pendapatan premi 2012. Ronny menjelaskan, penambahan jumlah agen ini, juga akan diimbangi dengan peningkatan active ratio. November lalu, active ratio agen asuransi hanya 25 persen. Pada tahun 2012, mereka menargetkan active ratio bisa meningkat hingga 40 persen.

Dengan adanya penambahan agen asuransi ini, perseroan berharap bisa meningkatkan jumlah pemegang polis menjadi 240 ribu orang pada 2012. Ronny mengatakan, dengan meningkatkan segmen ritel, aset dan likuiditas, perseroan bisa lebih terjamin ketimbang menggantungkan pada segmen korporasi. “Produk ritel memiliki tenor yang lebih panjang dengan jumlah nasabah yang lebih banyak,“ jelas Ronny.

Sumber: Republika, 9 Januari 2011

Komentar ditutup.

 

« | Beranda | »


Form Pesan
Saya ingin tahu lebih banyak tentang produk Asuransi dan Investasi Syariah :
Nama
E-Mail
Telp
Domisili
Pesan