Takaful Perluas Jangkauan, Tingkatkan Layanan
Asuransi Takaful Keluarga berharap bisa masuk ke seluruh lapisan masyarakat secara masif.
Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang keuangan syariah. Selain karena jumlah penduduknya yang besar, yakni mencapai 225 juta jiwa, juga karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam. ‘’Sekitar 80 persen orang Indonesia beragama Islam. Karenanya, potensi pasar keuangan syariah di Indonesia sangat luar biasa,’’ ujar Presiden Direktur PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga), Agus Edi Sumanto.
Di samping itu, sistem keuangan syariah juga sedang mendapat perhatian masyarakat dan berbagai tokoh. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di belahan dunia lain. Hal ini terkait dengan krisis keuangan global yang terjadi akibat gagalnya sistem keuangan konvensional yang selama ini digunakan dan diagung-agungkan. Tak heran jika kemudian pemimpin umat Katholik, Paus Benedictus, pun memuji sistem keuangan syariah sebagai jalan keluar dari krisis yang menghancurkan perekonomian banyak negara ini.
Melihat besarnya potensi pasar dan timingyang mendukung, banyak lembaga keuangan syariah yang menggunakan momentum ini untuk memperluas pasar. Salah satunya adalah Takaful Keluarga. ‘’Pada Meilalu, ada suntikan dana segar sekitar Rp 64 miliar dari pemegang modal untuk meningkatkan kapital perusahaan,’’ ujar Agus Edi.
Sebelumnya, ia menjelaskan, Takaful Keluarga memiliki keterbatasan modal. Hal ini berimbas kepada terbatasnya upaya meningkatkan pasar. Fungsi sosialisasi pun belum berjalan dengan optimal. Bahkan, katanya, berdasarkan survei yang dilakukan, masih banyak masyarakat yang belum tahu mengenai Takaful. ‘’Dampak lainnya, jangkauan Takaful belum merata di Indonesia,’’ tambahnya.
Dengan adanya tambahan dana tersebut, Agus Edi berharap dapat memperkuat pondasi keuangan perusahaan. Sehingga perkembangan Takaful Keluarga dapat lebih dinamis, mendalam, dan luas. Ia mengibaratkan dengan membangun rumah. Kalau pondasinya kuat, maka pekerjaan membangun bagian lain akan jadi lebih mudah. Selain itu, penambah an modal ini sekaligus untuk memenuhi ketentuan regulasi dari pemerintah yang mewajibkan sebuah lembaga syariah memiliki modal minimal Rp 50 miliar.
Dengan adanya suntikan dana tersebut, setidak nya Takaful Keluarga akan fokus dalam dua hal, yaitu perluasan jangkauan dan peningkatan pelayanan. Perluasan jangkauan dilakukan dengan menyiapkan dan menambah armada penjualan.
Sebelumnya, kata Agus Edi, Takaful Keluarga menggunakan pola cabang. Tapi kini, upaya marketing dilakukan melalui pola agensi. ‘’Melalui pola agensi memungkinkan Takaful mengajak masyarakat luas untuk menjadi mitra bisnis/entrepreneur. Artinya, Takaful ingin maju bersama masyarakat. Dengan pola ini, kami berharap dapat masuk ke seluruh lapisan masyarakat secara masif,’’ ungkap Agus Edi.
Pola agensi dinilai dapat menjangkau masyarakat secara lebih baik dan lebih cepat. Karena, seorang agen bekerja untuk dirinya sendiri. Tidak sebagai karyawan Takaful. Sehingga agen tersebut dapat terus memotivasi dirinya untuk bekerja dengan lebih baik. Bahkan, biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat agensi lebih sedikit ketimbang harus membuat cabang baru di satu daerah.
Pola agensi memang terbukti. Hingga saat ini, pola yang baru dikembangkan sejak awal 2009 tersebut sudah memiliki 45 agensi di seluruh provinsi di Indonesia. Agus Edi mengakui, sebagian dari jumlah tersebut merupakan cabang yang dikonversi menjadi agensi. ‘’Kami memiliki 39 kantor pemasar semacam cabang di seluruh Indonesia. Sebagian sudah terkonversi menjadi agensi, dan sebagian lagi menyusul. Rencananya, pada 2010 seluruh kantor pemasar sudah terkonversi menjadi agensi,’’ paparnya.
Jumlah agen pun mengalami peningkatan. Di 2008, Takaful Keluarga memiliki sekitar 1.200 agen. Namun, sejak menggunakan pola agensi hingga saat ini, agennya meningkat menjadi 2.500 orang. Agus Edi menargetkan dapat mencapai angka tiga ribu hingga 3.500 di akhir tahun 2009.
Sebagai daya tarik, Takaful Keluarga pun memberikan berbagai bonus menarik. Mulai dari bonus bulanan berupa notebookdan uang tunai, hingga bonus tahunan berupa umrah. Agus Edi menjelaskan, bonus umrah diberikan selain sebagai bentuk apresiasi terhadap performa kerja, juga sebagai upaya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. ‘’Bekerja adalah ibadah. Makanya, akan lebih baik kalau disempurnakan dengan umrah dan haji,’’ ujarnya.
Tahun lalu, Takaful Keluarga memberikan hadiah kepada 33 agen terbaik. Tahun ini, harapan Agus Edi, kalau bisa lebih banyak lagi.
Sementara peningkatan pelayanan dilakukan dengan memperbaiki sistem teknologi informasi /IT.
Agus Edi menjelaskan, jika memiliki armada besar, teknologi menjadi sangat penting. Bidang ini harus selalu ditingkatkan sesuai dengan volume bisnis yang ada. ‘’Kami ingin meningatkan customer relation managementsehingga dapat menjadi lebih baik lagi,’’ jelas Agus Edi.
Tahun lalu Takaful Keluarga mengembangkan layanan pegingat jatuh tempo pembayaran premi melalui SMS dan penambahan utlet pembayaran premi secara online dengan bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dan Bank Syariah Mandiri. Tahun ini Takaful Keluarga merencanakan meluncurkan layanan informasi polis melalui internet. Layanan ini nantinya selain dapat diakses nasabah melalui komputer juga dapat diakses melalui telepon seluler yang kami namakan “Moblie Takaful” dengan layanan ini nasabah dapat berinteraksi dengan Takaful kapan saja dan dimana saja.
Kemudahan lain yang dikembangkan adalah membangun teknologi untuk meningkatkan hubungan dengan mitra bisnisnya. Ia mencontohkan, hubungan dengan PT Pos Indonesia. Kantor pos, kata Agus Edi, memiliki jangkauan yang sangat luas. Bahkan telah sampai di tingkat kecamatan. ‘’Kelebihan ini kami manfaatkan untuk menjangkau daerah yang belum kami masuki. Jadi, meskipun tidak ada kantor Takaful Keluarga di suatu daerah, konsumen tetap dapat mela kukan transaksi melalui Kantor Pos. Baik pem ba yaran, maupun menjadi peserta takaful,’’ lanjut Agus Edi. (adv)
Republika, 5 Agustus 2009
« ‘Tidak Ingin Hadiah Lain’ | Beranda | Takaful Raih Asuransi Syariah Terbaik 2009 »
Komentar
Takaful memang asuransi idaman bagi masyarakat indonsia, yg mayoritas beragama islam. salut buat Takaful, dengan inovasinya yang demikian gencar. saya juga peserta asuransi Takaful…(Gorontalo 24 Pebruari 2010)
Smoga saja tidak lama lagi, di tiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia ada kantor perwakilan/agen takaful. Jayalah terus takaful
Tulis Komentar