Marketer Syariah Harus Menguasai Bisnis Syariah
Memasarkan produk syariah butuh marketer syariah. Apa jadinya jika marketer syariah gagal dalam memasarkan produk syariah. Tentunya pertumbuhan bisnis dan aset bisnis syariah tak pernah naik kelas.
Maka dari itu Darmawati salah satu the top marketer di PT Asuransi Takaful Indonesia, memberikan saran diperlukan perubahan cara berpikir, bahwa dalam mengembangkan bisnis syariah ini bukan hanya sekedar memperoleh uang saja tapi lebih dari itu, untuk mendapatkan keridhoan dari Allah. Tidak hanya itu, marketer syariah juga harus mampu menguasai dan memahami bisnis syariah secara utuh.

Darmawati
Untuk mengetahui secara jauh, alasan yang dikemukakan oleh the top marketer PT Takaful Indonesia ini, Agus Yuliawan berbincang-bincang dengan Darmawati di Gedung Jaya – Jakarta. Berikut perbincangannya:
Sebenarnya apa yang melatar belakangi Anda tertarik dalam marketer syariah?
Menjadi marketer syariah merupakan hal yang sangat baru di dunia marketing dewasa ini, munculnya marketer syariah seiring dengan perkembangan bisnis syariah yang berkembang saat ini. Salah satu ketertarikan saya dalam mengembangkan marketing syariah, saya ingin bekerja bukan sekedar memperoleh uang saja tapi ada nilai-nilai pahala yang saya raih. Itulah yang menjadikan alasan saya, kenapa saya memilih menjadi marketing syariah.
Apa yang diajarkan dalam marketing syariah? Sehingga Anda tertarik menjadi marketer syariah?
Banyak hal, dalam marking syariah kita harus jujur dan transparan, tak boleh membohongi dan tak boleh melakukan marketing dengan cara menghalalkan segala cara. Prinsip-prinsip inilah yang sebenarnya digunakan dalam marketing syariah.
Selama berproses sulitkah Anda menjadi marketer syariah?
Sangat sulit. Tapi dengan penuh keyakinan saya bisa melaksanakan marketing syariah tersebut.
Menjadi marketer syariah, menurut Anda apakah harus berkerja di perusahaan bisnis syariah?
Saya rasa tidak. Menjadi marketer syariah tidak harus di lembaga bisnis syariah, tapi di lembaga konvensional juga bisa, asalkan si marketer tersebut dalam bekerja menggunakan pendekatan syariah, yaitu jujur dan tak melakukan pelanggaran agama. Tentu saja produk yang dijual juga harus memenuhi kriteria yang diperbolehkan dalam Islam. Jadi tidak ada istilahnya “rentenir syariah” atau ‘marketer bir syariah” karena jelas-jelas produk yang dijualnya ribawi dan diharamkan agama.
Jadi tidak harus bekerja di perusahaan syariah?
Benar. Semua kembali pada sikap pribadi masing-masing. Broker rumah misalnya. Meskipun perusahaan broker tempat ia bekerja tidak ada embel-embel syariahnya, si penjual dapat disebut marketer syariah selama ia menjalankan profesinya dengan menjunjung etika dan nilai-nilai universal yang diajarkan Islam.
Selama Anda menjadi marketing syariah adakah klien yang menolak Anda?
Tidak, mereka justru sangat senang sekali saya bersikap demikian dan akhirnya mereka bukan saya anggap sekedar klien saja tapi juga mempererat persaudaraan diantara kami.
Seiring dengan bisnis syariah yang berkembang saat ini. Mengapa para marketer syariah kurang produktif dalam mengejar target yang dibebankan?
Saya melihat mereka belum memiliki rasa percaya diri (PD) dalam memasarkan produk syariah, mereka sudah merasa bahwa produk syariah kalah jauh denagn produk konvensional. Padahal jika kita bedah produk syariah tersebut secara dalam mampu mengungguli dengan produk konvensional yang ada selama ini.
Jika demikian sebenarnya apa yang menjadikan kesalahan dari para makerer syariah selama ini ?
Saya rasa yang menjadikan permasalahan bagi para makerter syariah selama ini adalah lebih pada kemampuan penguasaan dalam menawarkan produk sangat lemah di samping itu rasa percaya diri mereka juga sangat lemah.
Untuk menjembatani beban psikologis tersebut, sebagai seorang marketer di dunia asuransi syariah. Apa saran buat mereka?
Saran saya buat mereka adalah diperlukan perubahan cara berfikir mereka, bahwa dalam mengembangkan bisnis syariah ini bukan hanya sekedar memperoleh uang saja tapi lebih dari itu, untuk mendapatkan keridhoan dari Allah. Kemudian marketer syariah harus mampu menguasai dan memahami bisnis syariah secara utuh. Jika mereka setengah-setengah dalam memahami bisnis syariah, akan sangat kesulitan bagi mereka dalam mengembangkan marketing syariah.
Selama menjadi marketer syariah apa kata kunci yang Anda berikan selama ini?
Kata kunci yang selalu saya berikan pada klien adalah bahwa kehadiran saya adalah membantu mereka dalam merencanakan investasinya dan sekaligus mengarahkan bisnis yang diridhoi oleh Allah SWT.
(Sumber: PKES Interaktif )
« Sertifikasi SDM Asuransi Syariah | Beranda | Takaful Keluarga Tambah Modal »
Komentar
alhamdulillah, semoga ilmunya bisa bermanfaat bagi semua dan menjadi amal di akhirat nanti
Top banget postingnya, dan betul memang sbg marketer syariah harus mempunyai rasa percaya diri yang luar biasa dan tak mungkin kalah dg produk konvensional yang telah ada sebelumnya.
Jazakallah…terima kasih informasinya…membuat saya bertambah PD untuk memasarkan produk syariah…Luar biasa..
Bu Darma memang hebat..salut..salam sukses Bu..
Bu Darma pokoke is the best dach…sy pengen ditularin ilmunya.
Tulis Komentar